Perubahan Sifat Fisik Biji Kakao Jenis Fine dan Bulk Selama Fermentasi dan Pengeringan Biji Kakao di Pabrik Pager Gunung PTPN XII Kebun Kendenglembu

Authors

  • Nimas Aura Sukma Universitas Muhammadiyah Malang
  • Suprasetyo PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Kendenglembu, Glenmore-Banyuwangi
  • Desiana Nuriza Putri University of Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.30997/jah.v10i3.7091

Keywords:

fermentasi, cut test, kimia

Abstract

Kakao jenis edel dan bulk memiliki biji karakteristik yang berbeda sehingga selama proses fermentasi kemungkinan memiliki perbedaan karakteristik fisik antara biji kakao jenis edel dan bulk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik fisik biji kakao jenis edel dan bulk selama proses fermentasi biji kakao. Uji yang dilakukan yaitu uji kadar air, rendemen, uji bentuk biji, penggolongan berat biji berdasarkan SNI 2323-2008, dan uji cut test. Analisa data dilakukan secara deskriptif menggambarkan perbedaan karakteristik biji kakao dan menggunakan uji T untuk menganalisa kadar air dan rendemen. Dari hasil penelitian rendemen dan kadar air tidak ada perbedaan yang signifikan antara biji kakao jenis edel dan bulk. Perubahan suhu puncak mulai terjadi pada 54 jam fermentasi yaitu jenis edel sebesar 52 ± 1 °C dan jenis bulk sebesar 50.66 ± 0.57 °C. Selama proses fermentasi biji kakao jenis edel dan bulk berangsur-angsur terjadi perubahan warna dari putih menjadi coklat dan menghasilkan aroma khas fermentasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu biji kakao jenis edel dan bulk mengalami perubahan fisik akibat proses fermentasi. Biji kakao jenis edel dan bulk di PTPN XII Kebun Kedenglembu telah memenuhi syarat SNI 2323-2008.

References

Afoakwa EO, Paterson A, Fowler M, Ryan A. (2008). Flavor formation and character in cocoa and chocolate: A critical review. Crit Rev Food Sci Nutr 48, (9), 840-857. DOI: 10.1080/10408390701719272.

Alayo-Castro EM, Idrogo-Vasquez G, Siche R, Cardenas-Toro FP. (2019). Formation of aromatic compound precursors during fermentation of Criollo and Forastero cocoa. Heliyon, 5, 1-29. DOI: 10.1016/j.heliyon.2019.e01157.

Apriyanto, M., Sutardi, S., Supriyanto, S., & Harmayani, E. (2017). Fermentasi Biji Kakao Kering Menggunakan Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus lactis, dan Acetobacter aceti. Agritech, 37(3), 302–311. https://doi.org/10.22146/agritech.17113

Arief, R. W., & Asnawi, R. (2011). Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia Beberapa Jenis Biji Kakao Lindak Di Lampung. Buletin RISTRI, 2(3), 325–330. https://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultri/article/view/6283/0

Badan Pusat Statistika. (2021). Produksi Tanaman Perkebunan (Ribu Ton). Https://Www.Bps.Go.Id/Indicator/54/132/1/Produksi-Tanaman-Perkebunan.Html.

Davit, J. M., Yusuf, R. P., & Yudari, D. A. S. (2013). Pengaruh Cara Pengolahan Kakao Fermentasi dan Non Fermentasi Terhadap Kualitas, Harga Jual Produk pada Unit Usaha Produktif (UUP) Tunjung Sari, Kabupaten Tabanan. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata, 2(4), 191. https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAA/article/view/7018

Hartuti, S., Bintoro, N., Karyadi, J. N. W., & Pranoto, Y. (2018). Fermentasi Isothermal Biji Kakao (Theobroma cacao. L) dengan Sistem Aerasi Terkendali. AgriTECH, 38(4), 364–374. https://doi.org/10.22146/agritech.35412

Hartuti, S., Juanda, & Rita Khathir. (2020). Upaya Peningkatan Kualitas Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) Melalui Tahap Penanganan PascaPanen (Ulasan). Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 15(2), 38–52. http://dx.doi.org/10.33104/jihp.v15i2.6318

Hayati, R., Yusmanizar, Mustafril, & Fauzi, H. (2012). Kajian Fermentasi dan Suhu Pengeringan pada Mutu Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Keteknikan Pertanian , 26(2), 129–135. https://doi.org/10.19028/jtep.026.2.%25p

Jahurul, M. H. A., Zaidul, I. S. M., Norulaini, N. A. N., Sahena, F., Jinap, S., Azmir, J., Sharif, K. M., & Omar, A. K. M. (2013). Cocoa butter fats and possibilities of substitution in food products concerning cocoa varieties, alternative sources, extraction methods, composition, and characteristics. Journal of Food Engineering. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2012.09.024.

Jaimez, R. E., Barragan, L., Fernández-Niño, M., Wessjohann, L. A., Cedeño-Garcia, G., Ignacio, Cantos, S., & Arteaga, F. (2022). Theobroma cacao L. cultivar CCN 51: a comprehensive review on origin, genetics, sensory properties, production dynamics, and physiological aspects. PeerJ. https://doi.org/10.7717/peerj.12676

Kadow D, Bohlman J, Phillips W, Lieberei R. 2013. Identification of main fine or flavour components in two genotyes of the cocoa tree (Theobroma cacao L.). J Appl Bot Food Qual 86: 90-98. DOI: 10.5073/JABFQ.2013.086.013

Khoidir, S. I. (2023). Karakteristik Fisik, Kimia, dan Sensoris Biji Kakao Criollo, Forastero, dan Trinitario : Review. Journal Of Comprehensive science, 2(3), 764-770.

Lutfiah, A. (2018). Pengaruh Lama Pengeringan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dengan Alat Pengering Cabinet Dryer Terhadap Mutu Biji Kakao [Universitas Mataram]. In Jurnal Universitas Mataram. http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/11059

Mulato, Widyotomo, Misnawi, & Suharyanto. (2005). Petunjuk Teknis Pengolahan Produk Primer dan Sekunder Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Nizori, A., Tanjung, O. Y., Ulyarti, Arzita, Lavlinesia, & Ichwan, B. (2021). Pengaruh Lama Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik Bubuk Kakao. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 9(2), 129–138. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2021.009.02.7

Pasau, C. (2013). Efektivitas Penggunaan Asam Asetat Pada Pemeraman Biji Kakao Segar Sebagai Analog Fermentasi. Agrotekbis, 1(2), 113–120. https://www.neliti.com/id/publications/248675/efektivitas-penggunaan-asam-asetat-pada-pemeraman-biji-kakao-segar-sebagai-analo

PT. Perkebunan Nusantara XII. (2019). Kakao Fine, Finest Cocoa Variety. Https://Ptpn12.Com/2019/07/09/Kakao-Fine-Finest-Cocoa-Variety/.

Puziah, H. S. (2005). Cocoa Fermentation. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Rachmatullah, D., Putri, D. N., Herianto, F., & Harini, N. (2021). Karakteristik Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Hasil Fermentasi Dengan Ukuran Wadah Berbeda. Jurnal Viabel Pertanian, 15(1), 32–44. http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/83357

Ríos, F., Rehpani, C., Ruiz, A., & Lecaro, J. (2017). Estrategias país para la oferta de cacaos especiales - Políticas e iniciativas privadas exitosas en el Perú, Ecuador, Colombia y República Dominicana.

Sabahannur, St., & Nirwana. (2017). Kajian Pengaruh Berat Biji Kakao Perkotak dan Waktu Pengadukan Terhadap Keberhasilan Proses Fermentasi . Jurnal Pendidikan Matematika Dan IPA, 8(2), 18–30. http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v8i2.21172

Sigalingging, H. A., Putri, S. H., & Iflah, T. (2020). Perubahan Fisik dan Kimia Biji Kakao Selama Fermentasi. Jurnal Industri Pertanian, 2(2), 158–165. http://jurnal.unpad.ac.id/justin/article/view/24113/13706

Biji Kakao, Standar Nasional Indonesia 01- 2323:2008 (2018).

Sunanto, H. (1992). Coklat Budidaya, Pengolahan dan Aspek Ekonominya. Kanisius.

Suryani, D., & Zulfebriansyah. (2007). Komoditas Kakao : Potret dan Peluang Pembiayaan. Economic Review, 210.

Susanti. (2012). Analisis Senyawa Fenolik. Universitas Diponegoro Press.

Tresniawati, C., Dani, & Edi Wardiana. (2017). Pengaruh Tetua Jantan Terhadap Komponen Buah dan Biji Hasil Persilangan Enam Genotipe Kakao Mulia. Journal of Industrial and Beverage Crops, 4(1), 41–48. https://doi.org/10.21082/jtidp.v4n1.2017.p41-48

Utami, R. R. (2018). Antioksidan Biji Kakao : Pengaruh Fermentasi dan Penyangraian Terhadap Perubahannya (Ulasan). Industri Hasil Perkebunan, 13(2), 75–85. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33104/jihp.v13i2.4062

Downloads

Published

2024-12-31

How to Cite

Sukma, N. A., Suprasetyo, & Putri, D. N. (2024). Perubahan Sifat Fisik Biji Kakao Jenis Fine dan Bulk Selama Fermentasi dan Pengeringan Biji Kakao di Pabrik Pager Gunung PTPN XII Kebun Kendenglembu. JURNAL AGROINDUSTRI HALAL, 10(3), 344–354. https://doi.org/10.30997/jah.v10i3.7091

Similar Articles

<< < 

You may also start an advanced similarity search for this article.