Daya Terima Minuman Teh Talua Dengan Penambahan Serbuk Kayu Manis
DOI:
https://doi.org/10.30997/jah.v11i2.10065Keywords:
daya terima, kayu manis, teh taluaAbstract
Teh talua merupakan minuman tradisional daerah Sumatra Barat yang menggunakan telur bebek dan serbuk teh sebagai bahan dasar nya. Aroma bau amis dari penggunaan telur menyebabkan teh talua kurangnya di terima secara sensori. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan serbuk kayu manis terpilih teh talua berdasarkan karakteristik sensori. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi serbuk kayu manis (0%, 1%, 3%, dan 5%) Jika berbeda nyata dilanjuti dengan uji lanjut Duncan. Dari 50 gram berat bahan baku menghasilkan serbuk kayu manis sebesar 32,73g sehingga memiliki nilai rendemen sebesar 65%. Karakteristik mutu sensori teh talua terpilih yaitu aroma (amis telur) mengarah pada tidak terciumnya aroma amis telur, aroma (kayu manis) mengarah pada terciumnya aroma kayu manis, rasa mengarah pada manis, warna mengarah pada sedikit coklat tua, kekentalan mengarah pada tidak kental. Pengujian hedonik perlakuan serbuk kayu manis 1% merupakan konsentrasi yang paling disukai panelis dengan warna (skor 3,60), aroma (skor 3,85), kekentalan (3,55), rasa (3,83), dan overall (skor 3,75). Teh talua terpilih berdasarkan nilai sensori yaitu pada perlakuan serbuk kayu manis 1%. Pengujian produk terpilih yaitu perlakuan serbuk kayu manis 1% memiliki nilai kadar lemak 25,92%, kadar protein 18,18%, dan antioksidan 16,3%.
References
Anggraini, D. T., Prihanta, W., & Purwanti, E. (2015). Penggunaan ekstrak batang kayu manis (Cinnamomum burmani) terhadap kualitas minuman nata de coco. Ps Pendidikan-FKIP-UNS, 94(4), 22–34. https://media.neliti.com/media/publications/174835-ID-none.pdf
AOAC International. (2005). Official methods of analysis of AOAC International (18th ed.). AOAC International.
Fitriyeni, I. (2011). Kajian Pengembangan Industri Pengolahan Kulit Kayu Manis Di Sumatera Barat. [Tesis, Institut Pertanian Bogor]. IPB University Scientific Repository.
Kartika, B., Hastuti, P. Supartono, W. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan, PAU Pangan Dan Gizi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Kementrian Kesehatan. (2019). Teh Hitam Daun Kering. Andrafarm https://m.andrafarm.com/_andra.php?_i=daftartkpi&jobs=Teh%20hitam%20daun%20kering.
King, R. A. (2002). The role of polyphenols in human health. In J. D. Broker (Ed.), Tannins in livestock and human nutrition (pp. 202–234). ACIAR Proceedings.
Nasir, A., Laila, S., & Fadlan, S. (2020). Pemanfaatan kulit buah naga (Hylocereus polyrhzius) sebagai bahan baku pembuatan teh celup herbal dengan penambahan kayu manis (Cinnamomum lumbini L). Jurnal Sains dan Aplikasi, 8(1), 1–14. https://ojs.serambimekkah.ac.id/serambi-saintia/article/view/2038
Novra, E., & Sri, A. (2020). Teh talua, daya tarik wisata Sumatra Barat. Menara Ilmu, 14(1), 33–41. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menarailmu/article/view/2111
Putri, E. (2016). Kualitas protein susu sapi segar berdasarkan waktu penyimpanan. ChemPublish Journal, 1(2), 14–20. https://online-journal.unja.ac.id/chp/article/view/3309
Rusli, S. M. (2010). Sukses memproduksi minyak atsiri. Agromedia Pustaka.
Soekarto, S. (1985). Penilaian organoleptik untuk industri pangan dan hasil pertanian. Bharata Karya Aksara.
Sutaharsa, N. P. A. W., Putu, T. I., & Gusti, A. E. (2015). Pengaruh penambahan bubuk jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) terhadap karakteristik daun kelor (Moringa oleifera). ITEPA. https://ojs.unud.ac.id/index.php/itepa/article/view/22644
Yulianis, A. Z., Adnan, Z., & Putra, D. P. (2011). Penetapan kadar kumarin dari kulit manis (Cinnamomum burmanii Bl.) dengan metoda kromatografi gas. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 16(2), 203–208. http://jstf.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jstf/article/view/60
Yuniarifin, H., Bintoro, V. P., & Suwarastuti, A. (2006). Pengaruh berbagai konsentrasi asam fosfat pada proses perendaman tulang sapi terhadap rendemen, kadar abu, dan viskositas gelatin. Journal of Indonesian Tropical Animal Agriculture, 31(1), 55–61.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wisnu Pamungkas, Noli Novidahlia, Siti Nurhalimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Agroindustri Halal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agroindustri Halal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Agroindustri Halal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work




