Dampak Ketidakutuhan Keluarga terhadap Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i5.23773Keywords:
broken home, karakteristik siswa, siswa sekolah dasarAbstract
Siswa sekolah dasar dengan latar belakang keluarga broken home cenderung menghadapi berbagai permasalahan akademik dan psikososial akibat ketidakharmonisan keluarga, khususnya setelah perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik siswa broken home di SD X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan guru kelas dan dokumentasi sekolah. Subjek penelitian melibatkan 16 siswa yang berasal dari keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperlihatkan rendahnya kepedulian terhadap pembelajaran, gangguan konsentrasi, serta ketidakstabilan emosi yang berkaitan dengan minimnya perhatian, pengawasan, dan dukungan emosional dari keluarga. Namun, ditemukan pula sebagian kecil siswa yang tetap menunjukkan prestasi belajar dan keaktifan di sekolah, meskipun pada momen tertentu yang melibatkan figur orang tua mereka menampilkan respons emosional seperti sedih dan malu. Temuan ini memberikan gambaran bahwa kondisi broken home tidak selalu berdampak seragam pada siswa, tetapi sangat dipengaruhi oleh pengalaman emosional dan lingkungan pendukung yang dimiliki anak.
References
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Fadila, F., Tumiyem, T., & Widodo, H. (2025). Analisis dampak keluarga broken home terhadap perilaku sosial siswa kelas V SD Swasta PAB 4 Manunggal. JUPERAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 820–840.
Fajriati, A. S., Humaira, M. A., & Efendi, I. (2024). Hambatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan aplikasi Quizizz. Karimah Tauhid: Jurnal Kajian Pendidikan, 3(4), 5036.
Ratu, B., Elfira, N., Al Ansyari, A. F., Abdulloh, J. A., & Wahyu. (2024). Kesehatan mental anak broken home. Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan, 22(3), 1–6.
Safruddin, Q. A., & Widyastuti, W. (2025). Pengaruh disregulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku nonsuicidal self-injury pada mahasiswa di Kota Makassar. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 1369–1376.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurfitria Salsabila, Helmia Tasti Adri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




