Mengembangkan Keterampilan Literasi melalui Kegiatan Membaca Interaktif di Kelas Awal

Authors

  • Saskya Azzahra Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i3.22785

Keywords:

literasi dasar, membaca interaktif, kelas awal, pembelajaran bahasa, perkembangan membaca

Abstract

Perkembangan kemampuan literasi pada siswa kelas awal sekolah dasar merupakan fondasi utama bagi keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya. Kemampuan memahami teks, mengenali kosakata, serta menafsirkan isi bacaan tidak hanya berfungsi sebagai keterampilan akademik dasar, melainkan juga sebagai landasan bagi kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam bagaimana kegiatan membaca interaktif diterapkan oleh guru kelas awal serta bagaimana strategi tersebut berkontribusi terhadap perkembangan literasi dasar siswa. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara dan observasi terhadap dua guru sekolah dasar di Jawa Barat yang menerapkan membaca interaktif sebagai bagian dari rutinitas pembelajaran mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca interaktif melalui dialog antara guru dan siswa, pemodelan membaca, eksplorasi gambar, pemberian pertanyaan pemantik, dan kegiatan reflektif terbukti meningkatkan minat baca, memperkaya kosakata, memperkuat kemampuan memahami cerita, serta membangun rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi. Meskipun demikian, berbagai tantangan ditemukan, seperti perbedaan kemampuan membaca antar siswa, keterbatasan sumber bacaan berkualitas, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa membaca interaktif berpotensi menjadi strategi kunci dalam pengembangan literasi kelas awal, khususnya apabila didukung oleh lingkungan belajar yang kaya sumber bacaan serta kapasitas guru yang memadai dalam mengelola interaksi selama kegiatan membaca.

References

Anderson, R. C. (1984). Peran skema pembaca dalam pemahaman, pembelajaran, dan memori. Dalam R. C. Anderson, J. Osborn, & R. Tierney (Ed.), Pembelajaran membaca di sekolah-sekolah Amerika (hlm. 243–257). Lawrence Erlbaum. (Karya asli diterbitkan dalam bahasa Inggris).

Beck, I. L., McKeown, M. G., & Kucan, L. (2002). Menghidupkan kosakata: Instruksi kosakata yang efektif [Terjemahan]. Guilford Press.

CASEL. (2020). Kompetensi inti pembelajaran sosial-emosional. Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning. https://casel.org

Darling-Hammond, L. (2006). Pendidikan guru yang kuat: Pelajaran dari program-program unggulan [Terjemahan]. Jossey-Bass.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). Apa dan mengapa tujuan dicapai: Kebutuhan manusia dan penentuan-diri perilaku. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01

Duke, N. K. (2000). 3,6 menit per hari: Minimnya teks informasional di kelas satu. Reading Research Quarterly, 35(2), 202–224.

Gambrell, L. B. (2011). Tujuh aturan keterlibatan: Hal terpenting tentang motivasi membaca. The Reading Teacher, 65(3), 172–178. https://doi.org/10.1002/TRTR.01024

Goodman, K. (1996). Tentang membaca [Terjemahan]. Heinemann.

Hargrave, A. C., & Sénéchal, M. (2000). Intervensi membaca buku pada anak prasekolah dengan keterbatasan kosakata: Manfaat membaca rutin dan membaca dialogis. Early Childhood Research Quarterly, 15(1), 75–90.

Hutchison, A., & Reinking, D. (2011). Persepsi guru tentang integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran literasi: Survei nasional di Amerika Serikat. Reading Research Quarterly, 46(4), 312–333.

Lane, H. B., & Wright, T. L. (2021). Kekuatan membaca nyaring interaktif: Dukungan bagi rutinitas membaca dan perkembangan pemahaman. The Reading Teacher, 74(6), 747–757.

Neuman, S. B., & Roskos, K. (1997). Pengetahuan literasi dalam praktik: Konteks partisipasi bagi penulis dan pembaca pemula. Reading Research Quarterly, 32(1), 10–32.

Piaget, J. (1972). Psikologi anak [Terjemahan]. Basic Books.

Pressley, M. (2000). Apa yang semestinya diajarkan dalam instruksi pemahaman membaca? Dalam M. L. Kamil, P. Mosenthal, P. D. Pearson & R. Barr (Ed.), Handbook penelitian membaca (Vol. 3, hlm. 545–561). Lawrence Erlbaum.

Rosenblatt, L. M. (1978). Pembaca, teks, dan puisi: Teori transaksional karya sastra [Terjemahan]. Southern Illinois University Press.

Snow, C. E., Burns, M. S., & Griffin, P. (Ed.). (1998). Mencegah kesulitan membaca pada anak-anak [Terjemahan]. National Academy Press.

Teale, W. H., & Sulzby, E. (1986). Literasi awal: Menulis dan membaca [Terjemahan]. Ablex Publishing.

Tomlinson, C. A. (2001). Diferensiasi pembelajaran di kelas dengan kemampuan beragam (Edisi ke-2) [Terjemahan]. ASCD.

Vygotsky, L. S. (1978). Pikiran dalam masyarakat: Perkembangan proses psikologis tinggi [Terjemahan]. Harvard University Press.

Whitehurst, G. J., & Lonigan, C. J. (1998). Perkembangan anak dan literasi awal. Child Development, 69(3), 848–872.

Downloads

Published

2026-03-13

How to Cite

Azzahra, S. (2026). Mengembangkan Keterampilan Literasi melalui Kegiatan Membaca Interaktif di Kelas Awal. Karimah Tauhid, 5(3), 1188–1214. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i3.22785

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.