Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Film 24 Jam Bersama Gaspar sebagai Identitas Budaya di Era Globalisasi
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.20154Keywords:
Bahasa Indonesia, Film, Identitas Budaya, Globalisasi, karikatur Sosial, Narasi, Analisis Teks, Budaya PopulerAbstract
Studi penelitian ini menggambarkan penggunaan bahasa Indonesia dalam film 24 Jam Bersama Gaspar mengeksplorasi identitas budaya indonesia dalam konteks dampak globalisasi melalui cara penyajiannya di layar. Berdasarkan teori yang telah kami sampaikan, film ini tidak hanya menyajikan pembelajaran melalui cerita yang menarik tetapi juga menyentuh tema sosial dan interaksi antarindividu, dimana bahasa sebagai elemen menunjukkan aspek kultural. Melalui analisis teks dan teori penggunaan bahasa kami menunjukkan cara yang mencerminkan nilai-nilai berkualitas dari suatu konteks sosial dalam berbagai percakapan bahasa Indonesia.
Penelitian ini menyoroti digaetnya bahasa Formal ke budaya pop interpertive produk kekuatan bahasa sebagai identitas budaya yang memainkan peran. dalam hal komedi dan satir, kata-kata tersebut sering diterapkan menggunakan komik selisih terhadap tradisi dan modernitas. Ini berarti bahwa bahasa tidak hanya sebagai instrumenkomunikasi, namun cara mengekspresikan norma sosial dan identitas bersama.
Cara yang digunakan meliputi analisis rinci elemen cerita dan teknik sinematografi dalam film, juga tanya-tanyaan berkenaan dengan percakapan dan struktur bahasa. Sejumlah hal sejenisnya kita juga perhatikan karna pilih kata dan konteks tersebut mempengaruhi perspektif bahasa. Dengan metode ini, kita akan mengungkap makna yang lebih dalam mengenai kaitan bahasa dalam film.
Di era globalisasi, film ini dapat menjadi sarana untuk merayakan identitas masyarakat Indonesia. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, Bahasa Indonesia juga berperan sebagai simbol identitas budaya yang terus berkembang. Penelitian ini menyoroti perbedaan penggunaan bahasa antargenerasi, khususnya antara generasi muda dan tua, yang tercermin dalam percakapan-percakapan dalam film.
Karakter-karakter dalam film ini menggunakan bahasa yang mencerminkan latar belakang budaya dan sosial mereka masing-masing. Pendalaman terhadap tiap tokoh mempermudah alur cerita dan secara efektif menggambarkan pembagian kelas sosial di Indonesia. Selain itu, film ini juga memberikan kontribusi besar terhadap persepsi penonton mengenai peran bahasa sebagai bahasa nasional serta membangkitkan penghargaan terhadap budaya Indonesia, bahkan di luar negeri.
References
Armandio, S. (2024). 24 jam bersama Gaspar [Novel].
Meyra, K. A., Rahmat, W., & Putri, F. R. (2018). Allusion in novel “24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif” by Sabda Armandio: Semantic approach. Curricula, 3(2), 120–129.
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.
Santoso, B. (2006). Bahasa dan identitas budaya. Sabda, 1(1), 44–49.
Karman. (2017). Language and power. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 21(2), 235–246.
Nababan, P. W. J. (2007). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Gramedia.
Jinanto, D. (2024). Penggunaan bahasa Indonesia di film 24 Jam Bersama Gaspar: Identitas budaya dalam konteks globalisasi. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Seni, dan Budaya, 8(1), 340–348.
Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Éditions Points.
Hidayati, N. (2023). Bahasa populer dalam film: Representasi dan identitas. Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra, 7(2), 90-105.
Nugraha, A. (2022). Bahasa dan kelas sosial dalam sinema Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial, 9(1), 33-47.
Prasetyo, E. (2021). Dampak globalisasi terhadap bahasa dan identitas budaya di era digital. Jurnal Budaya dan Masyarakat, 15(3), 120-134.
Rahardjo, S. (2019). Bahasa dan identitas: Studi sosiolinguistik dalam film. Jurnal Linguistik, 5(3), 150-162.
Setiawan, Y. (2021). Bahasa dalam media: Analisis film sebagai cermin budaya. Jurnal Komunikasi dan Media, 14(4), 200-215.
Susanto, A. (2020). Pengaruh globalisasi terhadap bahasa dan budaya di Indonesia. Jurnal Kebudayaan, 12(1), 78-85.
Wati, R. (2018). Representasi bahasa dalam film: Kajian teori semiotic. Jurnal Sinema dan Budaya, 2(2), 45-60.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nasywa Khalisha Mintaryana, Novelia Fitri Salwa, Ujang Soleh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




