Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Pucuk Merah (Syzygium oleana)
DOI:
https://doi.org/10.30997/jp.v16i1.19131Keywords:
insidensi, Intensitas, Penyakit Bercak Daun, Syzygium oleana, Cercospora sp.Abstract
Pucuk merah atau dikenal dengan red-tipped leaves memiliki nama latin Syzygium oleana dan termasuk kedalam family myrtaceae. Namun dalam budidayanya terdapat kendala dari penyakit tanaman. Penyakit yang menyerang pada tanaman pucuk merah adalah bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dari insidensi dan intensitas serangan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. pada tanaman pucuk merah di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan survei dan pengamatan secara langsung pada petani di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa responden petani didominasi oleh jenis kelamin laki-laki 90% dan 10% berjenis kelamin perempuan. Umur responden petani dari umur 22 – 55 tahun dengan jenjang pendidikan di dominasi oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu 50%, Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu 40%, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu 10%. Pengamatan ini dilakukan 2 lokasi Ilir Barat I dan Alang-alang lebar dengan jumlah tanaman yang diamati dari setiap petani mulai dari 3 sampai 50 tanaman. Pada hasil wawancara terdapat media tanam yang digunakan oleh responden petani, umumnya menggunakan Tanah, Pupuk NPK baik PHONSKA maupun NPK Mutiara, dan Pupuk Kandang, hanya sedikit responden yang menggunakan Pupuk TSP dan sekam. Pengendalian penyakit yang digunakan oleh seluruh responden petani yaitu Dursban dan tidak ada pengendalian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat insidensi penyakit mencapai 70%-100% dan intensitas penyakit mencapai 9%-34%. Insidensi dan intensitas penyakit pada petani 1, 2 dan 4 yaitu 100% dan 25%, pada petani 5 dan 10 yaitu100% dan 34%, pada petani 3 yaitu 100% dan 9%, pada petani 8 yaitu 100% dan 26%, pada petani 6 yaitu 90% dan 25%, petani 7 yaitu 80% dan 20% dan petani 9 yaitu 70% dan 11%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat insidensi tergolong tinggi mencapai 70%-100% dan intensitas serangan penyakit tergolong rendah mencapai 9%-34%.
References
Ayu, S. I., L. Pratiwi, dan S. N. Nurbaeti. 2019. Uji Kualitatif Senyawa Fenol Dan Flavonoid Dalam Ekstrak N-Heksan Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran .4(1): 1–6
Bernatha., Revi, R., Wahid, E., & Tauhid, A. (2017). Efektivitas Berbagai Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk Gandasil D terhadap Pertumbuhan Tanaman Pucuk Merah (Syzygium Campanulatum K.) pada Persemaian. Jagros : Jurnal Agroteknologi Dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) 1(2):112.
Afini, N. M., Yeriska, F., Karenina, N.A., Malika, H. N., Fadil, M. R., Priyanti, Junaidi dan Advinda, L. (2023) “Jamur Penyebab Penyakit Bercak Daun pada Kacang Tanah(Arachis hypogaea)”, Prosiding Seminar Nasional Biologi, 2(2), pp. 72–81. doi: 10.24036/prosemnasbio/vol2/423.
Effendi, K., Munif, A., Winasa, I.W. 2020. Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Petani Upsus dalam Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Padi . Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). Vol. 25 (4): 515-523.
Haryanti., Dwi., Laras, B., Eliuta, D., & Rokhimah, H, N. (2021). Identifikasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Pucuk Merah (Syzygium Oleana) di Desa Nglurah Tawangmangu. Florea : Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya 8(1):39.
Haryati., Nur, A., Erwin., & Saleh, C. (2015). Uji Toksisitas dan Aktivityas Antibakteri Ekstrak Daun Merah Tanaman Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Kimia Mulawarman 13(1):35–40.
Inaya, N. , Selis Meriem, Masriany. 2022. Identifikasi morfologi penyakit tanaman cabai (Capsicum sp.) yang disebabkan oleh patogen dan serangan hama lingkup kampus UIN Alauddin Makassar. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Volume 2, No 1, Januari-April, 2022.
Manueke., Juliet, M, E., Mamahit., & Jusuf. (2016). Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Hias di Desa Kakaskasen KotaTomohon. Jurnal LPPM Bidang Sains Dan Teknologi 3(1):81–94.
McDonald, D., Subrahmanyam, P., Gibbons R.W., dan Smith, D.H. 1985. Early and late spots of groundnut. Information Bulletin no. 21. Patancheru, A.P. 502 324, India: International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics.
Octavia., Ayu., Tanjung, P., Hadisutrisno, B., & Wibowo, A. (2016). Pengaruh Inokulasi Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Bibit dan Intensitas Penyakit Bercak Daun Cengkeh. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 10(2):145–54.
Palungan., Enal. (2021). Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Pucuk Merah (Syzigium Oleina). Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. 6(2):2013–15.
Iskandar putra, M. B., & Purwantisari, S. (2018). Kemampuan Antagonisme Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. Terhadap Cercospora nicotianae In Vitro. Jurnal Akademika Biologi, 7(3), 1-7.
Ratulangi., Max, M., Terno, D, S., Caroulus, S, R., Moulwy, D, F., Meray, E, F., Hammig, M., Shepard, M., Carner, G., & Benson, E. (2012). Diagnosis dan Insidensi Penyakit Antraknosa pada Beberapa Varietas Tanaman Cabe di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa. Eugenia 21(3).
Roslim., Indriyani, D., Herman, H., Roza, E., Sofiyanti, N., & Ennie, C. (2018). Pelatihan Prosedur Laboratorium Analisis DNA. Jurnal Pengabdian UntukMu Negeri 2(2):44–48.
Saputri, N., Santoso, S.J, dan Bahri S. (2020). Kajian Macam Pupuk Hayati Terhadap Intensitas Penyakit Bercak Daun Cercospora sp Pada Tanaman Jagung Hitam. Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian. 22 (1): 50-55.
Singh A, Pande H and Kumar G (2024) Insecticides: Treatment and Resistance in Insects. Agricultural Sciences. IntechOpen. Available at: http://dx.doi.org/10.5772/intechopen.1006498.
Srawati., Feni., & Muis, A. (2017). Analisis Pemasaran Tanaman Hias Pucuk Merah (Syzgium Oleina) pada Usaha Kembang Asri di Kota Palu.” Jurnal Agroland 24(2):155–62.
Sudiartini, N.P.R., Wirya, G.N.A.S., Sudarma, I.M. 2021. Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit Utama pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Hidroponik. Jurnal Agroekoteknologi Tropika. Vol 10(3): 308-323.
Sulastri, S., Ali, M., Puspita, F. 2014. Identifikasi Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur Dan Intensitas Serangannya Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum l.) di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau. Vol 1(1): 1-14.
Sumartini. 2014. Bioekologi dan Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Kacang Tanah. Bulletin Palawija. Vol.16: 18-26.
Surya., Ageung., Putri, K., Tiffany, A., Fitryana, D., Priya, A., Noer, J., Fatimatuz, A., & Naufal, M. (2022). Pelestarian Tanaman Pucuk Merah (Syzygium paniculatum) di Taman Gongseng Desa Ngunut Kabupaten Karanganyar. Proceeding Biology Education Conference 19:174–77.
Wulansari W.D., Karno., Wahyuni, S. (2020).Efektivitas biokompos dan mikroba konsorsia pendegradasi residu insektisida klorpirifos pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum l.) . J. Agro Complex. 4(2): 97-107.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Jannah, Rahmat Pratama, Ayu Safitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
-
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke artikel teks lengkap dalam jurnal ini tanpa meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan untuk membagikan, menyalin, dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun selama Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan sumbernya, berikan tautan ke lisensi Creative Commons. Jika Anda me-remix, mengubah, atau membangun materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti persyaratan lisensi. Untuk melihat salinan lisensi ini, kunjungi tautan permanen ini.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal publikasi di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat Pengaruh Akses Terbuka).Anda bebas untuk:
Bagikan — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi — me-remix, mengubah, dan membangun materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti persyaratan lisensi.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.