Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Inovasi Urban Farming Berbasis Kelompok Wanita Tani
DOI:
https://doi.org/10.30997/qh.v11i3.21816Keywords:
ketahanan pangan, keluarga, Kota Bogor, urban farmingAbstract
Ketahanan pangan keluarga merupakan isu penting masyarakat di tengah meningkatnya harga bahan pangan dan keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan. Urban farming menjadi solusi alternatif yang dapat diterapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di KWT Kelurahan Kencana, Kota Bogor dengan tujuan meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam menerapkan urban farming dan mendukung ketahanan pangan keluarga. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya tanaman sayuran serta pemanfaatan lahan pekarangan. Selain itu, anggota KWT mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangan sendiri, sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan kemandirian pangan keluarga. Peningkatan keterampilan anggota KWT dalam budidaya sayuran melalui teknik hidroponik sederhana. Pelatihan urban farming berhasil meningkatkan kapasitas peserta secara menyeluruh. Rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 44,9%, keterampilan sebesar 38,3%, serta sikap dan motivasi sebesar 37,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga membentuk keterampilan praktis dan motivasi peserta untuk menerapkan urban farming.
References
BPS Kota Bogor (2024) ‘Kota bogor dalam angka’.
Chandra, A. and Ghosh, S. (2020) ‘Community empowerment and household food security: A systematic review’, Journal of Rural Studies, 78, pp. 322–334.
Chintya, D. and Arief, H. (2022) ‘MOTIVASI USAHA PERTANIAN PERKOTAAN DI PEKANBARU The Motivation of Urban Agricultural in Pekanbaru’, XXXVIII, pp. 197–204.
Danik Ayu Prasetyo, Eny Lestari, B. W. U. (no date) ‘Sikap Masyarakat terhadap Program Peningkatan dan Pengembangan Pertanian Perkotaan ( Urban Farming ) di Kecamatan Jebres Kota Surakarta Email : danikap54@gmail.com’, 43(3), pp. 80–88.
FAO (2013) Food Wastage Footprint: Impacts on Natural Resources. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
FAO et al. (2019) ‘Peran benih bermutu dalam peningkatan produktivitas tanaman hortikultura’, Jurnal Inovasi Pertanian Perkotaan. 3rd edn, 10(1), p. e0121024. doi: 10.29244/jhi.10.1.15-24.
FAO (2019) The State of Food Security and Nutrition in the World. Rome: FAO.
Ife, J. and Tesoriero, F. (2014) Community Development: Community-based Alternatives in an Age of Globalisation. 4th edn. Pearson Australia.
Latifah, N. and Prasetyo, H. (2023) ‘Participatory capacity building for food system resilience’, International Journal of Agricultural Sustainability, 21(2), pp. 150–168.
Mulyani, S. and Hapsari, R. (2019) ‘The role of training and participation in strengthening community food resilience’, International Journal of Community Development, 7(2), pp. 45–56.
Nugraha, A. and Dewi, R. (2020) ‘Urban Farming sebagai Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Perkotaan’, Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), pp. 123–130.
Oktarina, S., Purnaningsih, N. and Hapsari, D. R. (2021) ‘Praktik urban farming bagi wanita tani untuk ketahanan pangan keluarga di masa pandemi’, Jurnal Penyuluhan, 17(2), pp. 201–214.
Rahman, F. and Utami, N. (2022) ‘Urban farming training and improvements in household food security: Evidence from community groups’, Food Security, 14, pp. 901–915.
Rahmawati, S., Hidayat, M. and Santoso, A. (2022) ‘Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Urban Farming’, Jurnal Inovasi Pertanian Perkotaan, 3(1), pp. 45–52.
Republik Indonesia (2012) ‘Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan’.
Sanyé-Mengual, E. et al. (2015) ‘Social acceptance and perceived ecosystem services of urban agriculture in Southern Europe: The case of Bologna, Italy’, PLOS ONE, 10(4), p. e0121024. doi: 10.1371/journal.pone.0121024.
Sari, D. and Wibowo, B. (2021) ‘Empowerment-based capacity building and its impact on sustainable household food practices’, Community Development Journal, 56(4), pp. 677–695.
Suryani, L. (2021) ‘Urban Farming dan Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan Perkotaan’, Jurnal Sosial Humaniora, 10(4), pp. 567–575.
Sutanto, R. (2002) Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.
Syabrina, E., Dani, R. and Sari, N. H. (2022) ‘DI KOTA PEKANBARU’, 2050(105).
Yani, A. and others (2023) ‘Urban agriculture for sustainable food systems: A narrative review of Indonesian practices and potentials’, Food Secure Journal, 5(1), pp. 45–59.
Zezza, A. and Tasciotti, L. (2010) ‘Urban agriculture, poverty, and food security’, Food Policy, 35(4), pp. 265–273. doi: 10.1016/j.foodpol.2010.04.003.
Zimmerman, M. A. (2000) ‘Empowerment Theory’, in Rappaport, J. and Seidman, E. (eds) Handbook of Community Psychology. Springer, pp. 43–63.
BPS Kota Bogor (2024) ‘Kota bogor dalam angka’.
Chandra, A. and Ghosh, S. (2020) ‘Community empowerment and household food security: A systematic review’, Journal of Rural Studies, 78, pp. 322–334.
Chintya, D. and Arief, H. (2022) ‘MOTIVASI USAHA PERTANIAN PERKOTAAN DI PEKANBARU The Motivation of Urban Agricultural in Pekanbaru’, XXXVIII, pp. 197–204.
Danik Ayu Prasetyo, Eny Lestari, B. W. U. (no date) ‘Sikap Masyarakat terhadap Program Peningkatan dan Pengembangan Pertanian Perkotaan ( Urban Farming ) di Kecamatan Jebres Kota Surakarta Email : danikap54@gmail.com’, 43(3), pp. 80–88.
FAO (2013) Food Wastage Footprint: Impacts on Natural Resources. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
FAO et al. (2019) ‘Peran benih bermutu dalam peningkatan produktivitas tanaman hortikultura’, Jurnal Inovasi Pertanian Perkotaan. 3rd edn, 10(1), p. e0121024. doi: 10.29244/jhi.10.1.15-24.
FAO (2019) The State of Food Security and Nutrition in the World. Rome: FAO.
Ife, J. and Tesoriero, F. (2014) Community Development: Community-based Alternatives in an Age of Globalisation. 4th edn. Pearson Australia.
Latifah, N. and Prasetyo, H. (2023) ‘Participatory capacity building for food system resilience’, International Journal of Agricultural Sustainability, 21(2), pp. 150–168.
Mulyani, S. and Hapsari, R. (2019) ‘The role of training and participation in strengthening community food resilience’, International Journal of Community Development, 7(2), pp. 45–56.
Nugraha, A. and Dewi, R. (2020) ‘Urban Farming sebagai Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Perkotaan’, Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), pp. 123–130.
Oktarina, S., Purnaningsih, N. and Hapsari, D. R. (2021) ‘Praktik urban farming bagi wanita tani untuk ketahanan pangan keluarga di masa pandemi’, Jurnal Penyuluhan, 17(2), pp. 201–214.
Rahman, F. and Utami, N. (2022) ‘Urban farming training and improvements in household food security: Evidence from community groups’, Food Security, 14, pp. 901–915.
Rahmawati, S., Hidayat, M. and Santoso, A. (2022) ‘Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Urban Farming’, Jurnal Inovasi Pertanian Perkotaan, 3(1), pp. 45–52.
Republik Indonesia (2012) ‘Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan’.
Sanyé-Mengual, E. et al. (2015) ‘Social acceptance and perceived ecosystem services of urban agriculture in Southern Europe: The case of Bologna, Italy’, PLOS ONE, 10(4), p. e0121024. doi: 10.1371/journal.pone.0121024.
Sari, D. and Wibowo, B. (2021) ‘Empowerment-based capacity building and its impact on sustainable household food practices’, Community Development Journal, 56(4), pp. 677–695.
Suryani, L. (2021) ‘Urban Farming dan Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan Perkotaan’, Jurnal Sosial Humaniora, 10(4), pp. 567–575.
Sutanto, R. (2002) Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.
Syabrina, E., Dani, R. and Sari, N. H. (2022) ‘DI KOTA PEKANBARU’, 2050(105).
Yani, A. and others (2023) ‘Urban agriculture for sustainable food systems: A narrative review of Indonesian practices and potentials’, Food Secure Journal, 5(1), pp. 45–59.
Zezza, A. and Tasciotti, L. (2010) ‘Urban agriculture, poverty, and food security’, Food Policy, 35(4), pp. 265–273. doi: 10.1016/j.foodpol.2010.04.003.
Zimmerman, M. A. (2000) ‘Empowerment Theory’, in Rappaport, J. and Seidman, E. (eds) Handbook of Community Psychology. Springer, pp. 43–63.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sari Anggarawati, Asmanur Jannah, Mulyana Gustira Putra, Melda, Fahreza Nur Putra Aditya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.
- Articles published in Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license. You are free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the journal, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
- By publishing in Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat, authors grant any third party the right to use their article to the extent provided by the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.
