Analisis Perilaku Membaca Label Halal dan Pangan Mahasiswa Indonesia: Studi Kasus Mahasiswa FTB UBTH
The Analysis of Indonesian Students’ Behavior in Reading Halal and Food Labels: A Case Study of FTB UBTH Students
DOI:
https://doi.org/10.30997/jiph.v7i3.21329Kata Kunci:
halal label, food label, packaging, compliance, studentsAbstrak
Changes in lifestyle and increased consumption of packaged foods have prompted consumers, particularly students, to understand halal labels and food labels as a reference for choosing products. This study aims to determine the level of knowledge and compliance of students at the Faculty of Technology and Business, Bakti Tunas Husada University, in reading these labels. The study was conducted using a survey method with a questionnaire that had been validated and tested for reliability. The sample was determined using the Slovin formula, involving 71 respondents from semesters 2, 4, and 6 through multistage sampling. Descriptive analysis using SPSS included mean, minimum, maximum, and standard deviation values. The results showed that the majority of respondents were female (59.15%), aged 19–21 years (47.89%), and had a monthly allowance of >Rp1,000,000 (43.66%). The level of knowledge related to halal and food labels was mostly in the good category (43.66%), while compliance with reading labels was dominated by the sufficient category (53.52%). These findings indicate that although students' knowledge is relatively good, the habit of reading labels is still not optimal. Continuous education is needed to improve compliance with reading labels for food safety and health.
Referensi
Aini, S.N. (2013). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada remaja perkotaan. Unnes Journal of Public Health. 2(1).
Badan Kajian Perlindungan Konsumen Nasional. (2007). Hasil kajian badan perlindungan konsumen nasional di bidang pangan terkait perlindungan konsumen. Departemen Perdagangan Republik Indonesia.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. (1998). Gerakan keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Jakarta
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2015). Keamanan pangan tanggung jawab Bersama. Jakarta
Badriyah, L., & Syafei, A. (2019). Persepsi dan perilaku membaca label pangan dan informasi gizi pada siswa SMK Wijaya Kusuma. Jurnal ilmu kesehatan Masyarakat. 8(4): 167-174.
Biloukha, O., & Uthermholen, V. (2001). Healthy eating in ukraina: attitude, barries dan information sources. Public Health Nutrition. (4)2, 207-215.
Castillo, L.P., Bordonada M.A.R., & Geromini, M. (2015). Information search behaviour,
understanding and use of nutrition labelingby residents of Madrid, Spain. Journal
Public Health. (129)3, 26-36.
Codex Alimentarius Commisions. (2007). Food labelling 5th ed, Food and Agriculture Organization (FAO) of The United Nations and The World Health Organization (WHO), Rome.
Consuelo S.G. (2007). Research methods. Quenzon city; Rex printing company.
Devi, V.C., Sartono, A., & Isworo J.T. (2013). Praktek pemilihan makanan kemasan berdasarkan tingkat pengetahuan tentang label produk makanan kemasan, jenis kelamin, dan usia konsumen di pasar swalayan ADA Setiabudi Semarang. Jurnal gizi Universitas Muhammadiyah Semarang. 2(2).
Drichoutis, A. C., Lazaridis, P., & Nayga, R. (2006). Consumers' use of nutrition label: A review of research studies and issues. Academic of Marketing Science Review, (10)9.
Fitri, Z. E., & Jumiono, A. (2021). Sertifikasi Halal Produk Olahan Pangan. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 3(2), 1–7.
Ginantaka, A., & Masruroh, E. R. S. (2025). Electronic Word-of Mouth (E-WOM) Sentiment Analysis on Halal Certified Food Products. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 7(2), 290–302.
Hamdan, H., Rahman N.A., & Rosli, A. (2017). The importance of halal label among muslim consumers in Malaysia. International Journal of Bussines and Management, 12(4); 45-54.
Inayah, A.N., Amruddin, A., Cahyani D. A., Widianto, R., Faturohman, H.Y,. Xyzquolana, D., Maerani., Ismaya, P.L., Aprianti, G.E., Gunawan, M.I.F., Zainuddin, A., Anggraeni, N., Setiavani, G., & Edward. (2023). Prinsip pelabelan halal untuk produksi hasil. Yayasan kita menulis. Medan
Jumiono, A., Fitri, Z. E., & Mardiah, M. (2023). Kajian Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) Dengan Skema Self Declare Pada UMKM Dapur Mimi. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 5(1), 6–15.
Mcllveen, H., & Lesley, S. (2002). Seeing is believing; current consumer use and understanding of food labels. Nutrition and Food Science, 32(2): 80-84.
Pane, P.S. (2006). Analisis tingkat kepatuhan membaca label pangan pada mahasiswa gizi Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Syahputra, A., & Hamoraon, H.D. (2013). Pengaruh labelisasi halal terhadap keputusan masyarakat kecamatan Perbaungan dalam pembelian produk makanan dalam kemasan. Jurnal ekonomi dan keuangan. 2(8): 475-487.
Sari, R.M., Kisnawaty, S.W., Nurokhmah, S., Kurnia, P., & Mustikaningrum, F. (2023). Hubungan antara pengetahuan mengenai label informasi nilai gizi dengan pembelian makanan instan dan snack tinggi kalori pada mahasiswa program studi teknik kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta. Nutririe Diaita. 15(2): 46-53.
Wandel, M. (1997). Food Labeling from a consumer perspective. British Food Journal. 212-219.
Wibowo, D.E., & Mandusari, B.D. (2018). Pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian oleh konsumen muslim terhadap makanan di kota pekalongan. Indonesian Journal of Halal. 73-77.
Yuswohady. (2015). Marekting to middle class muslik. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Zahra, S., & Triyanti. (2009). Kepatuhan membaca label informasi zat gizi di kalangan mahasiswa. National Health Journal. 4 (2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Pandu Legawa Ismaya, Hadi Yusuf Faturochman, Syahla Nur'aqiilah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






