Pertumbuhan setek tiga aksesi katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) asal Bogor pada berbagai komposisi media tanam

Authors

  • Arifah Rahayu Universitas Duanda
  • Chairun Nisa Universitas Duanda
  • Yuliawati Yuliawati Universitas Duanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/jag.v11i1.20426

Keywords:

indigenous, husk charcoal, cocopeat

Abstract

The use of basil leaves as a vegetable and biopharmaceutical plant requires products that are safe for consumption, thus encouraging environmentally friendly cultivation using natural fertilizers, especially as a nitrogen source. This research aims to determine the effect of various types of organic nitrogen source fertilizer on the growth and production of several basil accessions. The study was conducted in July-September 2021 at the Jambu Luwuk Ciawi, Bogor experimental field. The research design used was factorial CRD. The first factor was basil accessions (Kadudampit, Ciaruteun and Cidolog), and the second factor was the source of N (without N fertilizer, urea, kipahit (Tithonia diversifolia L.) compost, kirinyuh (Chromolaena odorata L.) compost, and chicken manure). The variables observed were the number of leaves, plant height, number of branches and total branch length, leaf area, stem diameter, fresh and dry weight of the first to third harvest, and fresh and dry weight of roots and shoots. The Kadudampit accession has advantages in plant height, leaf area, wet and dry weight of first and second harvest as well as dry weight of third harvest and total harvest compared to other basil accessions. The application of kirinyuh compost increased the height of the basil plants, while the use of chicken manure increased the number of leaves, branches, total branch length, and wet and dry weight of the shoot and roots of the basil. Kirinyuh compost and chicken manure can be alternative sources N as substitute for urea in basil plants.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah. (2019). Uji coba pemanfaatan sari daun katuk (Sauropus adrogynus (L.) Merr.) subtitusi air kelapa (Cocos nucifera L.) dalam pembuatan nata de coco. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 24(3), 219-232.

Agustien. (2016). Peran berbagai komposisi media tanam organik terhadap tanaman sawi (Brassica juncea L) di polybag. Agritrop Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 1(1), 54-58.

Agustin. (2010). Pemanfaatan kompos sabut kelapa dan zeolit sebagai campuran tanah untuk media pertumbuhan bibit kakao pada beberapa tingkat ketersediaan air. Jurnal Pelita Perkebunan, 26(1), 12-24.

Ahmad. (2015). Uji daya hambat air perasan daun katuk terhadap pertumbuhan bakteri streptococcus pyogenes secara invitro. Jurnal Medikes, 2, 96-103.

Ali. (2010). ASEAN Herbal and Medicinal Plants. Jakarta: ASEAN Secretariat.

Andarwulan. (2010). Flavonoid content and antioxidant activity of vegetables from Indonesia. Food Chemistry, 121, 1231-1235.

Andriana. (2014). Pertumbuhan stek cabang bambu petung (Dendarocalamus asper) pada media tanah, arang sekam, dan kombinasinya. Jurnal Ilmu Kehutanan, 8(1), 34-41.

Asroh. (2020). Penambahan arang sekam, kotoran domba dan cocopeat untuk media tanam. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2, 75-79.

Bose. (2018). Chemical constituents of Sauropus androgynus and evaluation of its antioxidant activity. Research Journal of Phytochemistry, 12, 7-13.

Bunawan. (2015). Sauropus androgynus (L.) Merr. induced bronchiolitis obliterans: From botanical studies to toxicology. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine., 1-7.

Dalimoenthe. (2013). Pengaruh media tanam organik terhadap pertumbuhan dan perakaran pada fase awal benih teh di pembibitan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 16(1), 1-11.

Danu. (2011). Uji setek pucuk damar (Agathis loranthifolia Salibs) pada berbagai media dan zat pengatur tumbuh. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8, 245-252.

Darwo. (2018). Penggunaan media, bahan stek, dan zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan stek masoyi (Cryptocarya massoy (Oken) Kosterm). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 15(1), 1-66.

Diah. (2014). Potential of katuk leaf (Sauropus androgynus L. Merr) as aphrodisiac. J MAJORITY, 3(7), 16-21.

Febriani. (2015). Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan stek batang kantong semar (Nepenthes gracilis Korth.). Protobiont, 4(2), 63-68.

Hakim. (2015). Rempah Herba Kebun-Pekarangan Rumah Masyarakat: Keragaman, Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan-kebugaran. Yogyakarta: Diandra Creative.

Hanafiah. (2013). Dasar-dasar Ilmu Tanah Cetakan 6. Jakarta: Rajawali Press.

Hayati. (2016). Local Knowledge of Katuk (Sauropus androgynus ( L. ) Merr) in East Java, Indonesia. International Journal of Current Pharmaceutical Review and Research, 7(4), 210-215.

Himma. (2013). Pengaruh jarak tanam terhadap produksi tiga sayuran indigenous. J.Hort. Indonesia, 4(1), 26-33.

Irawan. (2015). Pemanfaatan cocopeat dan arang sekam padi sebagai media tanam bibit cempaka wasian (Elmerrilia ovalis). Jurnal Pros Semnas Masy Biodiv Indon, 1(4), 805-808.

Juhaeti. (2014). Prospek dan Teknologi Budi Daya Beberapa Jenis Sayuran Lokal. Jakarta: LIPI Press.

Kuntara. (2014). Dasar-asar Ilmu Tanah. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Kusumanegara. (2017). The difference of inhibitory zone between katuk (Sauropus androgynous L. Merr.) leaf infusion and roselle (Hibiscus sabdariffa L.) petals towards oral Candida. Padjadjaran Journal of Dentistry, 29(2), 118-122.

Linda. (2021). Pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman. Jurnal Bioeksperimen, 7(2), 93-104.

Magdalena. (2015). Pengaruh Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.)terhadap Waktu Perdarahan (Bleeding Time) pada Tikus Wistar Jantan sebagai Alternatif Obat Antitrombotik. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(2), 212-216.

Majid. (2018). Aktivitas farmakologi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.). Jurnal Farmaka, 16(2), 398-405.

Mardiyani. (2017). Kajian morfologi dan fungsional 5 sayuran idigenous minor sebagai sumber nutrisi berbasis kearifan lokal di wilayah Malang Raya. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, 238-244.

Mariana. (2020). Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan stek batang naga merah (Hylocereus polyrhizus). Agrosamudra Jurnal Penelitian, 7(1), 24-30.

Merlyn. (2017). Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan stek batang nilam (Pogostemon cablin Benth). Agrica Ekstensia, 11(1), 1-8.

Pasetriyani. (2014). Pengaruh macam media tanam dan zat pengatur tumbuh growtone terhadap pertumbuhan stek batang tanaman jarak pagar (Jatropa curcas Linn). Jurnal Agroscience, 7, 82-88.

Petrus. (2013). Sauropus androgynus (L.) Merrill-A Potentially Nutritive Functional Leafy-Vegetable. Asian Journal of Chemistry, 25(17), 9425-9433.

Pratiwi. (2017). Pengaruh campuran media tanam terhadap pertumbuhan tanaman stroberi (Fragaria vesca I.) sebagai tanaman hias. J. Agric., 29(1), 11-20.

Pudjiono. (2017). Pengaruh perbedaan media tanam terhadap perkembangan perakaran dan keberhasilan stek pucuk manglid (Magnolia champaca var pubinervia (Blume) Figlar & Noot.). Jurnal Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek II, 1-6.

Rohmawati. (2013). Penentuan dosis pemupukan N,P, dan K pada budidaya katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) . Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Rukmana. (2016). Budidaya Sayuran Lokal. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia.

Santana. (2021). Karakterisasi morfologi dan kualitas berbagai aksesi katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Agronida, 7(1), 15-25.

Shafira. (2021). Penggunaan cocopeat sebagai pengganti topsoil dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan di lahan pascatambang di desa toba, kabupaten sanggau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 432-443.

Suparmi. (2016). Anti-anemia Effect of Chlorophyll from Katuk (Sauropus androgynus) Leaves on Female Mice Induced Sodium Nitrite. Pharmacogn. J., 8(4), 375-379.

Supriyanto. (2010). Pemanfaatan arang sekam untuk memperbaiki pertumbuhan semai jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) pada media subsoil. Jurnal Silvikultur Tropika, 1(1), 24-28.

Susila. (2012). Koleksi dan Identifikasi Tanaman Sayuran Indigenous. Bogor: Pusat Kajian Hortikultura Tropika.

Sutandi. (2017). Pengaruh naungan terhadap pertumbuhan, produktivitas dan karakteristik morfologi tanaman sayuran daun indigenous. Bogor: Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Bogor.

Wei. (2011). “Characterization of antimicrobial, antioxidant, anticancer properties and chemical composition of Sauropus androgynus stem extract”. Acta Medica Lituanica, 18(1), 12-16.

Wiradimadja. (2018). Potensi tanaman katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) untuk meningkatkan kualitas intensitas warna kuning telur. 364-372.

Downloads

Published

2025-08-24

How to Cite

Rahayu, A., Nisa, C., & Yuliawati, Y. (2025). Pertumbuhan setek tiga aksesi katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) asal Bogor pada berbagai komposisi media tanam. JURNAL AGRONIDA, 11(1), 25–38. https://doi.org/10.30997/jag.v11i1.20426

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >> 

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.