Pengaruh aksesi dan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdc.)

Authors

  • Darudriyo Darudriyo Universitas Djuanda
  • Siti Rezeki Novica Universitas Duanda
  • Setyono Setyono Universitas Djuanda
  • Yuliawati Yuliawati Universitas Duanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/jag.v10i2.17220

Keywords:

legum, pemupukan, produktivitas

Abstract

Kacang bogor atau bambara groundnut merupakan jenis tanaman legum asal Afrika yang sudah lama beradaptasi di Indonesia. Produktivitas kacang bogor di Indonesia masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan. Peningkatan produktivitas kacang bogor dapat dilakukan melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa aksesi kacang bogor. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 3 ulangan dan 2 faktor, yaitu asal aksesi (Jampang, Cibenda, dan Waluran) dan dosis pupuk SP-36 (0%, 50%, 100%, 150% dari dosis rekombinasi). Peubah yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah daun, diameter kanopi, luas daun, diameter batang, jumlah bunga, bobot segar dan kering brangkasan, bobot segar dan kering polong total, jumlah polong bernas, cipo, serta total. Hasil penelitian menunjukkan aksesi Waluran memiliki keunggulan pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter kanopi, jumlah bunga, jumlah polong total dan jumlah polong bernas. Pemberian SP-36 dengan dosis 150% rekomendasi menghasilkan jumlah bunga, bobot polong total dan bobot polong bernas terbaik. Aksesi Waluran yang diberi SP-36 150% rekomendasi menghasilkan jumlah bunga dan bobot kering brangkasan yang tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbasian, A., Ahmadi, A., Abbasi, A. R., & Darvishi, B. (2018). Effect of various phosphorus and calcium concentrations on potato seed tuber production. Journal of Plant Nutrition, 41(14), 1765-1777. https://doi.org/10.1080/01904167.2018.1454955.

Adhi, R. K., & Wahyudi, S. (2018). Pertumbuhan dan hasil kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) varietas lokal Lembang di Kalimantan Selatan. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 43(2), 192-197. https://dx.doi.org/10.31602 /zmip.v43i2.1289.

Apriliani, S. (2023). Aplikasi pupuk tunggal SP-36 pada fase vegetatif dan generatif tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Journal of Agritech Science (JASc), 7(01), 31-36. https://doi.org/10.30869/jasc.v7i 01.1185.

Bakti, N.D.P., Budi Waluyo, K., & Saptadi, D. (2018). Penampilan hasil enam galur harapan kacang bogor (Vigna subteranea (L.) Verdc.). Jurnal Produksi Tanaman, 6(6), 1058-1065.

Berchie, J. N., Dapaah, H. A., Agyeman, A., Sarkodie-Addo, J., Addo, J. K., Addy, S., & Blankson, E. (2016). Performance of five bambara groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdc.) landraces in the trasition agroecology of Ghana under different sowing dates. Agricultural and Food Science Journal of Ghana, 9, 718-729.

Dahlia, I., & Setiono, S. (2020). Pengaruh pemberian kombinasi dolomit + Sp-36 dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) di Ultisol. Jurnal Sains Agro, 5(1), 1-9. https://dx.doi.org/10.36355/JSA.V5I1.318.

Darudriyo, & Sulistyaningrum, A. (2022). Pengaruh berbagai dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi cabai keriting varietas PM 999. Jurnal Agronida, 8(1), 40-49. https://doi.org/10.30997/jag.v8i1.5584.

Dikr, W., & Abayechaw, D. (2022). Effects of phosphorus fertilizer on agronomic, grain yield and other physiological traits of some selected legume crops. J. Biol. Agric. Healthc, 12, 1-13. https://dx.doi.org/10.7176/JBAH/12-12-01.

Hazmi, M., & Hartoyo, R. (2014). Respons pertumbuhan dan produksi kacang tanah terhadap aplikasi pupuk SP-36 dan pupuk cair hayati. Agritrop, 12(2), 102-108. https://dx.doi.org/10.32528/agr.v12i2.711.

He, J., Jin, Y. I., Turner, N. C., Chen, Z., Liu, H. Y., Wang, X. L., ... & Li, F. M. (2019). Phosphorus application increases root growth, improves daily water use during the reproductive stage, and increases grain yield in soybean subjected to water shortage. Environmental and Experimental Botany, 166, 103816. https://doi.org/10.1016/j.envexpbot.2019.103816.

Illahi, Z., Wiendi, N.M.A., Sudarsono. (2016). Keragaman genetik kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdc.) berdasarkan marka SSR (Simple Sequence Repeat). Jurnal Agronomi Indonesia, 44(3), 279-285. https://dx.doi.org/10.24831/jai.v44i3.12787.

Kadirimangalam, S. R., Jadhav, Y., Nagamadhuri, K. V., Putta, L., Murugesan, T., Variath, M. T., ... & Pasupuleti, J. (2022). Genetic approaches for assessment of phosphorus use efficiency in groundnut (Arachis hypogaea L.). Scientific Reports, 12(1), 21552. https://doi.org/10.1038/s41598-022-24016-9.

Kantikowati, E. (2014). Pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk fosfat dan sistem tanam terhadap pH, P-tersedia tanah, dan serapan p tanaman padi sawah. Indonesian Journal of Applied Sciences, 4(2), 48-51. https://doi.org/10.24198/.v4i2 .16806.

Khan, B. A., Hussain, A., Elahi, A., Adnan, M., Amin, M. M., Toor, M. D., ... & Ahmad, R. (2020). Effect of phosphorus on growth, yield and quality of soybean (Glycine max L.); A review. Ijar, 6(7), 540-545.

Lestari, S. A. D. A. D., Melati, M., & Purnamawati, H. (2015). Penentuan dosis optimum pemupukan N, P, dan K pada tanaman kacang Bogor [Vigna subterranea (L.) Verdcourt]. Indonesian Journal of Agronomy, 43(3), 193-200. https://dx.doi.org/10.24831/jai.v43i3.11244.

Mamoudou, H., & Mune, M. A. M. (2024). Investigating Bambara bean (Vigna subterranea (Verdc.) L.) protein and hydrolysates: a comprehensive analysis of biological and biochemical properties. Applied Food Research, 4(2), 100489. https://doi.org/10.1016/j.afres.2024.100489.

Manggung, R. E. R., Qadir, A., & Ilyas, S. (2016). Fenologi, morfologi, dan hasil empat aksesi kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.). Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 44(1), 47-54. https://doi.org/10.24831/jai.v44i1.12492.

Purnomo, J., Nugrahaeni, N., Sundari, T., & Harnowo, D. (2013). Petunjuk teknis teknologi produksi benih kacang tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementan. Malang.

Rahmawati, A., Purnamawati, H., & Kusumo, Y. W. (2016). Pertumbuhan dan produksi kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) pada beberapa jarak tanam dan frekuensi pembumbunan. Buletin Agrohorti, 4(3), 302-311.

Setyawan, F., Setyawan, F. (2020). Pengaruh Sp-36 dan asam humat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine Max L). Jurnal Buana Sains, 19(2), 1-6. https://doi.org/10.33366/bs.v19i2.1742.

Surahman, Y., Yuliawati, Setyono. (2023). Pertumbuhan dan hasil delapan aksesi kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdc.) asal Bogor dan Sukabumi. Jurnal Agronida, 9(2), 103-112. https://doi.org/10.30997/jag.v9i2.10881.

Supromudho, G. N., Syamsiah, J., & Mujiono, S. (2012). Efisiensi serapan nitrogen dan hasil tanaman padi pada berbagai imbangan pupuk kandang puyuh dan pupuk anorganik di lahan sawah Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bonorowo Wetlands, 2(1), 11-18. https://doi.org/10.13057/wetla nds/w020102.

Yuliawati, Wahyu, Y., Surahman, M., & Rahayu, A. (2018). Keragaman genetik dan karakter agronomi galur-galur kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdc.) hasil seleksi galur murni asal lanras Sukabumi. Jurnal Agronida, 4(2), 56-63. https://doi.org/10.30997/jag.v 4i2.1565.

Downloads

Published

2025-01-19

How to Cite

Darudriyo, D., Novica, S. R., Setyono, S., & Yuliawati, Y. (2025). Pengaruh aksesi dan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdc.). JURNAL AGRONIDA, 10(2), 84–92. https://doi.org/10.30997/jag.v10i2.17220

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.