Daya insektisidal minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) dan ekstrak lerak (Sapindus rarak DC.) pada hama gudang sitophilus zeamais (Motsch.)
DOI:
https://doi.org/10.30997/jag.v1i1.143Abstract
Sitophilus zeamais merupakan hama yang penting karena dapat menimbulkan kerusakan pada
komoditas yang disimpan di gudang. Pengendalian S. zeamais antara lain dengan memanfaatkan
minyak nilam dan ekstrak lerak sebagai insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kemampuan minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) dan ekstrak lerak (Sapindus
rarak DC.) dalam mengendalikan hama gudang Sitophilus zeamais Motsch. Penelitian dilakukan
dengan metode Rancangan Acak Lengkap dan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 dan
LC95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 72 JSP (Jam Setelah Perlakuan) mortalitas S.
zeamais mencapai 100% pada konsentrasi minyak nilam sebesar 9% dan pada konsentrasi lerak
sebesar 3% hingga 3,5%. Nilai LC50 dan LC95 untuk perlakuan minyak nilam adalah sebesar
1,524% dan 4,508% sementara pada perlakuan lerak sebesar 0,720% dan 2,170%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa minyak nilam dan ekstrak lerak berpotensi untuk dikembangkan
menjadi bahan insektisida nabati.
Kata kunci: S. zeamais, minyak nilam, ekstrak lerak, mortalitas
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2015 JURNAL AGRONIDA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Agronida agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a
- Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agronida.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Agronida.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work










