Peningkatan Kesehatan Penglihatan melalui Pemeriksaan Refraksi dan Pemberian Kacamata di Smk Bintang Nusantara Jombang
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i6.25213Keywords:
pemeriksaan refraksi, kesehatan mata, kacamata, siswaAbstract
Gangguan refraksi merupakan salah satu penyebab utama penurunan ketajaman penglihatan pada usia sekolah yang dapat memengaruhi proses belajar, prestasi akademik, dan kualitas hidup siswa. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi berpotensi menyebabkan kesulitan melihat objek jauh, menurunkan konsentrasi belajar, serta meningkatkan kelelahan mata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan penglihatan siswa melalui pemeriksaan refraksi, edukasi kesehatan mata, dan pemberian kacamata di SMK Bintang Nusantara Jombang. Metode pelaksanaan meliputi registrasi peserta, anamnesis, pemeriksaan visus menggunakan kartu Snellen, pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif, edukasi kesehatan mata, serta pemberian kacamata sesuai hasil pemeriksaan. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Akademi Refraksi Optisi dan Optometri Gapopin Jakarta dengan pendampingan dosen pembimbing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sejumlah siswa mengalami kelainan refraksi yang memerlukan koreksi penglihatan, dengan miopia sebagai kelainan yang paling banyak ditemukan, diikuti astigmatisme dan hipermetropia. Sebanyak 65 siswa memperoleh kacamata sesuai kebutuhan koreksi refraksinya. Selain itu, edukasi kesehatan mata yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata, penggunaan kacamata yang tepat, serta pencegahan kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas penglihatan siswa dan mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya deteksi dini dan penanganan gangguan penglihatan pada usia sekolah
References
Abdillah, B. R. (2019). Tatalaksana Komunikasi Pemeriksaan Kelainan Refraksi Anisometropia Rendah Anak SD usia 6-8 tahun. 108, 33–42.
Ariesanti Tri Handayani, S. M. (2025). Buku Ajar Pemeriksaan Refraksi Mata. Greenbook Publisher.
Habiba, P. G. (2025). Pelayanan pemeriksaan refraksi dan pemberian kacamata untuk masyarakat Desa Jogjogan dan Batu Layang Kecamatan Cisarua Bogor. Peduli Kesehatan Mata.
Hermawan, R. A. (2026). Posisi Optometris Level 5 dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Mata Primer. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Ilyas, S. (2020). Ilmu Penyakit Mata (Edisi ke-5). Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Janati, Y. N. (2021). PENYULUHAN PROMOSI TENTANG KESEHATAN MATA MELALUI PLATFORM DARING ( ZOOM ) DI SMPIT DARUL ABIDIN PADA MASA PANDEMI COVID 19.
Khurana, A. K. (2019). Theory and Practice of Optics and Refraction (3rd ed.). New Delhi: Elsevier.
Leat, S. J. (2021). Pediatric Optometry. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Opep Cahya Nugraha, Bunyamin Rizki Abdillah, & Rangga Adhitia Hermawan. (2025). Dampak Posisi Penggunaan Kacamata Terhadap Kualitas Penglihatan. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 10(2). https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2235
Ophthalmology, A. A. (2023). Basic and Clinical Science Course: Optics, Refraction, and Contact Lenses. San Francisco: AAO.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Opep Cahya Nugraha, M. Wahyu Budiana, Febri Maryani, Hanie Supandi, Nisa Zakiati Umami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




