Resonansi Emosional dan Religius dalam Puisi “Akan ke Manakah Angin” Karya Emha Ainun Nadjib: Analisis dengan Pendekatan Emotif

Authors

  • Intan Lenida Universitas PGRI Semarang
  • Shefira Apriliani Permatasari Universitas PGRI Semarang
  • Lina Putriyanti Universitas PGRI Semarang

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i12.22122

Keywords:

Pendekatan Emotif, Puisi Religius, Resonasi Emosional, Simbol Alam, Emha Ainun Nadjib

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resonansi emosional dan religius dalam puisi “Akan ke Manakah Angin” karya Emha Ainun Nadjib dengan menggunakan pendekatan emotif. Puisi ini dipilih karena kekuatan ekspresinya yang melibatkan simbol alam dan suasana batin yang mendalam. Pendekatan emotif digunakan untuk mengungkap makna yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan melalui analisis struktural atau semantik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi terhadap teks puisi dan literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi melankolis, gaya bahasa metaforis, dan simbol alam dalam puisi ini membentuk lanskap batin yang sarat kerinduan dan pencarian spiritual. Resonansi emosional muncul melalui keterlibatan pembaca dalam suasana batin penyair, sementara resonansi religius hadir secara subtil melalui simbol-simbol transendental yang merepresentasikan hubungan manusia dengan Tuhan. Pendekatan emotif terbukti relevan dalam mengungkap kedalaman makna puisi religius Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan apresiasi sastra dengan menekankan pentingnya keterlibatan emosional dan spiritual dalam pembacaan puisi.

References

Astuti, L. F., & Humaira, M. A. (2022). Analisis puisi “Puisi untuk Ibu” karya Muhammad Ichsan dengan pendekatan struktural. Karimah Tauhid, 1(1), 48–57.

Habsy, A. (1979). Religiusitas dalam puisi Indonesia modern. Balai Pustaka.

Pontoh, S. W., Utina, S. N., & Kadir, H. (2024). Analisis puisi “Yang Terampas dan Yang Putus” karya Chairil Anwar (Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce). Jambura Journal of Linguistics and Literature, 5(1).

Pribadi, B. S., & Firmansyah, D. (2019). “Barangkali Karena Bulan” karya W.S. Rendra. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Sholihah, I. (2019). Analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk terhadap puisi “Begitu Engkau Bersujud” karya Emha Ainun Najib. Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(4), 14–31.

Tamala, R., Dewi, R., & Hamzah, R. A. (2025). Penerapan apresiasi reseptif, pendekatan didaktis, emotif dan analitis terhadap sastra anak. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(1), 50–58. https://doi.org/10.23969/wistara.v6i1.24455

Taha, N. (2024). Peran sastra sebagai pembentukan karakter siswa. JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia, 3(4), 12–20. https://doi.org/10.57218/jupenji.Vol3.Iss4.1230

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

Lenida, I., Permatasari, S. A., & Putriyanti, L. (2025). Resonansi Emosional dan Religius dalam Puisi “Akan ke Manakah Angin” Karya Emha Ainun Nadjib: Analisis dengan Pendekatan Emotif. Karimah Tauhid, 4(12), 9528–9537. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i12.22122

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.