Representasi Simbolik Konflik Keluarga dalam Film Ipar Adalah Maut (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tahap Pra-Konflik dan Konfrontasi)
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.20627Keywords:
Konflik Keluarga, Semiotika, Roland Barthes, Representasi Media, FilmAbstract
Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga sarat akan pesan sosial dan budaya yang dapat dianalisis secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konflik hubungan keluarga direpresentasikan dalam film Ipar Adalah Maut, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika, yang memfokuskan kajian pada tiga lapisan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam film dan didukung dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam film dibangun secara bertahap melalui simbol-simbol visual dan verbal yang merepresentasikan dinamika rumah tangga. Pada tahap pra-konflik, ketegangan muncul secara halus melalui dialog dan ekspresi nonverbal yang mengisyaratkan ketidakseimbangan dalam relasi keluarga. Sedangkan pada tahap konfrontasi, konflik menjadi lebih nyata dengan hadirnya tindakan-tindakan yang memperlihatkan pengkhianatan dan keretakan kepercayaan. Selain itu, ditemukan bahwa film ini tidak hanya menggambarkan konflik personal, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dalam keluarga. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian literasi media dan pendidikan karakter, khususnya dalam memahami bagaimana media dapat mereproduksi nilai-nilai sosial dan gender.
References
Adritama, D. R. (2024). Sinopsis dan fakta menarik film ipar adalah maut. Detikjabar; detikcom. https://www.detik.com/jabar/budaya/d-7387046/sinopsis-dan-fakta-menarik-film-ipar-adalah-maut
Adzhani, Y., Ichsan, M., & Yunita, R. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik, 2(2), 235–241.
Anwas, O. M. (2013). Film Pendidikan: Karya Seni, Representasi, dan Realitas Sosial dalam Membangun Karakter Bangsa. Jurnal Teknodik, 185–198. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.20
Basnapal, R. A., & Wulan, R. R. (2019). Presentasi Perempuan dalam Perspektif Ekofeminisme pada Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Jurnal Komunikasi, 13(2), 151–164. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol13.iss2.art3
Cahyani, R. I. & Akmaliyah. (2025). Analisis Semiotika Makna Denotasi dan Konotasi dalam Syi’ir Al-I’tiraf Karya Abu Nawas Berdasarkan Teori Roland Barthes. Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 6(1), 584–598. https://doi.org/10.37274/mauriduna.v6i1.1406
Cañas-Bajo, J., Silvennoinen, J., & Saariluoma, P. (2022). Emotional Responses of Finnish and Spanish Audiences to Culturally Loaded Films: Projections, 16(3), 29–60. https://doi.org/10.3167/proj.2022.160302
Fusch, P., Fusch, G. E., & Ness, L. R. (2018). Denzin’s Paradigm Shift: Revisiting Triangulation in Qualitative Research. Journal of Social Change, 10(1). https://doi.org/10.5590/JOSC.2018.10.1.02
Gunawan, E. B., & Junaidi, A. (2020). Representasi Pendidikan Seks dalam Film Dua Garis Biru (Analisis Semiotika Roland Barthes). Koneksi, 4(1), 155. https://doi.org/10.24912/kn.v4i1.6880
Indra Wiguna Mahfud, Farida Hariyati, & Mustiawan Mustiawan. (2024). Representasi Makna pada Film Cinta Pertama, Kedua, dan Ketiga. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa, 3(4), 01–11. https://doi.org/10.58192/insdun.v3i4.2476
Indrawan, J., & Putri, A. T. (2022). Analisis Konflik Ambon Menggunakan Penahapan Konflik Simon Fisher. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 4(1), 12. https://doi.org/10.24198/jkrk.v4i1.36608
Machali, I. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pambudiasih, N. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film “Dunia Tanpa Suara”. Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(4), 37–41. https://doi.org/10.61132/semantik.v1i4.69
Rahman, P. A., & Aristhya, I. P. (2024). Analisis Resepsi Terhadap Konflik Komunikasi Keluarga Pada Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 3(3), 490–511.
Ritonga, A. R. & Lestari Dara Cinta Utami. (2023). Representasi Konflik Agraria dalam Film Ben dan Jody. Jurnal Kajian Agraria Dan Kedaulatan Pangan (JKAKP), 2(1), 24–29. https://doi.org/10.32734/jkakp.v2i1.13373
Sholihah, M., & Zakarias, C. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Logo Nahdlatul Ulama’. Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2(3), 333–342. https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i3.28179
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alphabet.
Sunaryanto, S. (2024). Representasi Mitos dan Ideologi Perempuan dalam Film Televisi Suara Hati Istri. Gandiwa Jurnal Komunikasi, 3(2), 49–61. https://doi.org/10.30998/g.v3i2.2622
Ubaidillah, M., & Patriansah, M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film “ Agaklaen” Produser Studio Imajinari. Jurnal Seni Rupa & Desain, 02(01), 49–65.
Warsana, D., Nafsika, S. S., & Undiana, N. N. (2021). Komunikasi Seni: Representasi Masyarakat Urban di Kota Bandung dalam Bingkai Karya Seni Karya Mufty Priyanka. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 3(1), 16. https://doi.org/10.24014/kjcs.v3i1.13233
Yurmaini, Erliyanti, E., Sundari, D., & Anshari, K. (2024). Pendekatan Dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. HIBRUL ULAMA, 6(1), 83–90. https://doi.org/10.47662/hibrululama.v6i1.762
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Raihan Fadhillah Santoso, Ali Alamsyah Kusumadinata, Undang Suryatna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




