Karakteristik Fisikokimia pada Minyak dan Lemak dari Sumber Nabati Hewani

Authors

  • Salma Rukhiatul Khafiza Universitas Djuanda
  • Nadira Aliffia Universitas Djuanda
  • Wija Krisman Universitas Djuanda
  • Nayla Ayu Mulya Putri Universitas Djuanda
  • Sulistina Hasya Nuraisyah
  • Refal Maulana Fadillah Universitas Djuanda
  • Abrar Ghani Azis Universitas Djuanda
  • Raden Siti Nurlaela Universitas Djuanda
  • Arti Hastuti Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i2.17171

Keywords:

Sifat Fisik Minyak dan Lemak, Sifat Kimia Minyak dan Lemak, Minyak Nabati, Lemak Hewani, Minyak, Minyak dan Lemak

Abstract

Minyak dan lemak merupakan komponen esensial yang berfungsi sebagai sumber energi dan nutrisi. Sebagai senyawa trigliserida yang termasuk dalam golongan lipid, karakteristik fisikokimia dari minyak dan lemak sangat mempengaruhi kesehatan dan kualitas produk pangan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, pemilihan jenis minyak dan lemak yang tepat menjadi semakin krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia dari minyak dan lemak yang bersumber dari nabati (seperti kelapa, jagung, sawit, dan kedelai) dan hewani (seperti lemak hewan dan margarine). Metode yang digunakan meliputi pengujian sifat fisik seperti warna, aroma, serta pengujian sifat kimia termasuk kelarutan, ketidakjenuhan, penyabunan, bau setelah pemanasan, dan ketengikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis minyak dan lemak memiliki karakteristik yang berbeda-beda; misalnya minyak sawit memiliki warna kuning kemerahan akibat kandungan karoten yang tinggi, sementara minyak kelapa cenderung berwarna kuning pucat. Uji kelarutan menunjukkan bahwa semua sampel tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut nonpolar seperti kloroform. Selain itu, pengujian bau menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami ketengikan setelah pemanasan, kecuali minyak jagung yang menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap oksidasi. Setiap jenis minyak dan lemak memiliki karakteristik unik yang dipengaruhi oleh komposisi asam lemak serta keberadaan pigmen alami. Minyak nabati umumnya menunjukkan sifat yang lebih stabil terhadap oksidasi dibandingkan dengan lemak hewani. Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan wawasan penting mengenai kualitas dan stabilitas minyak serta lemak dalam konteks kegunaannya di industri pangan, kesehatan, dan konsumen dalam memilih produk yang lebih sehat.

References

Fielo, A. Y. (2021). Review Pengaruh Penggunaan Jenis Asam, Minyak dan Emulsifier Terhadap Ketengikan Mayonnaise. Universitas Katolik Soegijapranata.

Ketaren, S. (2012). Pengantar Teknologi Minyak Dan Lemak Bebas Pangan (UI-Press).

Mutholib, A., Handayani, H., & Rini, O. (2018). Gambaran Ketengikan Minyak Goreng Bermerek dan Minyak Goreng Curah Setelah Melalui Proses Penggorengan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 11(1), 172–186.

Putri, S. I. D. (2015). Efek Lama Pemanasan Terhadap Perubahan Bilangan Peroksida Minyak Goreng Yang Berpotensi Karsinogenik Pada Pedagang Gorengan Di Kelurahan Pasar Minggu Tahun 2015. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Downloads

Published

2025-03-04

How to Cite

Khafiza, S. R., Aliffia, N., Krisman, W., Putri, N. A. M., Nuraisyah, S. H., Fadillah, R. M., … Hastuti, A. (2025). Karakteristik Fisikokimia pada Minyak dan Lemak dari Sumber Nabati Hewani . Karimah Tauhid, 4(2), 1587–1595. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i2.17171

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>