Aplikasi Biofungisida (Trichoderma Harzianum) Untuk Mengendalikan Penyakit Layu (Fusarium Sp.) Pada Jagung Ketan (Zea Mays Var. Ceratina).
DOI:
https://doi.org/10.30997/jp.v15i2.14834Keywords:
Fusarium sp, Trichoderma harzianum, Biofungicide, Glutinous CornAbstract
Fusarium sp. is a pathogenic fungus that attacks the vascular tissue and causes decay in the host plant. Biological control by utilizing microbes that are antagonistic to the fungus Fusarium sp. One of the antagonistic fungi that can be used is Trichoderma harzianum. This study aims to determine the effect of biofungicide Trichoderma harzianum and chemical pesticide (active ingredient mankozeb) against Fusarium wilt disease. This research was conducted from October to December 2023 at the Plant Protection Laboratory of Jember State Polytechnic and Cultivation Field, Antirogo District, Jember Regency. The research activities were carried out in two stages, the first in the laboratory and the second in the field by comparing the biofungicide treatment of Trichoderma harzianum and chemical pesticides (active ingredient mankozeb). Research activities in the laboratory are by conducting inhibition tests. The results showed that the Trichoderma harzianum biofungicide treatment gave an antagonistic effect against the fungus Fusarium sp. On the intensity of attack, the Trichoderma harzianum biofungicide treatment gave an effect that was not significantly different from the chemical pesticide (active ingredient mankozeb) at 28 HST, 34 HST, and gave a significantly different effect at 40 HST. In the yield parameter, the wet weight of the cob gave a significantly different effect compared to mankozeb at 142.98 grams
References
An-le, H.E., J. Liu, W. Xin-hua, Z. Quan-guo, W. Son, and J. Chen. (2019). Soil Application of Trichoderma Asperellum GDFS1009 Granules Promotes Growth and Resistance to Fusarium graminearum in Maize. Journal of Integrative Agriculture Vol 18(3): 599–606.
Azalika, R. P, Sumardi, Sukisno. 2018. Pertumbuhan dan Hasil Padi Sirantau Pada Pemberian Beberapa Macam dan Dosis Pupuk Kandang. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 20(1): 26-32
Bukhari, B. dan Safridar, N. (2020). Identifikasi Tambahan Trichoderma Pada Pisang Dari Induk Terbaik Yang Telah Mendapat Perlakuan Trichoderma Untuk Menekan Layu Fusarium. Jurnal Agroristek Vol 3(1), Pp. 1–12.
Czembor, E., J. Adamczyk, K. Posta, E. Oldenburg, and S. Schurch. (2015). Prevention of ear rots due to Fusarium spp on maize and mycotoxin accumulation. From Science to Field Maize Case Study-Guide Number 3. www.endure-network.eu
Dulur, N, W, D., Wangiyana, W., Kusnarta, I, G, M., & Farida, N. (2020). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan Tanpa Olah Tanah Tugal Langsung Pasca Padi Konvensional dan Sistem Aerobik Tumpangsari Kacang Tanah. AGROTEKSOS Agronomi Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian 29(2):90. DOI:10.29303/agroteksos.v29i2.443.
Elfina, Y., Ali, M. dan Sabatiny, D. (2017). Uji Konsentrasi Biofungisida Tepung Trichoderma Harzianum Rifai Terhadap Jamur Phytophthora Palmivora Butl. Penyebab Penyakit Busuk Buah Kakao Pasca Panen. Jurnal Sagu Vol 16(1), Pp. 1–12. Doi: 10.31258/sagu.v16i1.5396
Erdiansyah, I., & Anugerah, E, R. (2023). Karakteristik Trichoderma harzianum Asal Tanah Latosol dan Sifat Antagonisnya Terhadap Penyakit Busuk Batang Kacang Tanah. Agropross National Conference Proceedings of Agriculture. Page 94-103. http://dx.doi.org/10.25047/agropross.2023.454.
Fitria, E., Kesumawaty, E., Basyah, B., & Asis. (2021). Peran Trichoderma harzianum sebagai Penghasil Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Varietas Cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agron Indonesia Vol 49(1):45-52.
Fitria, E., Kesumawaty, E., Basyah, B., & Asis. (2021). Peran Trichoderma harzianum sebagai Penghasil Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Varietas Cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agron Indonesia Vol 49(1):45-52.
Martinius, Darnettu, Trizelia dan S. Herlina. (2017). Kemampuan Trichoderma endofitik Dalam Mengendalikan Jamur Patogen Tular Benih Cabai. Laporan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Murdiono. (2015). Perbedaan waktu inokulasi Trichoderma sp. dalam menekan pertumbuhan Sclerotium rolffsi penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kedelai (Glycine max L). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
Ningsih, H., Hastuti, U, S., dan Listyorini, D. (2016). Kajian Antagonis Trichoderma Spp. terhadap Fusarium Solani Penyebab Penyakit Layu Pada Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Secara in Vitro. Proceeding Biology Education Conference 2016 Vol 13(1):814-817. https://media.neliti.com/media/publications/170704
Pakki, S. (2016). Cemaran mikotoksin, bioekologi patogen Fusarium verticilloides dan upaya pengendaliannya pada jagung. Junal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 35(1): 11-16.
Paweningsih, R, D. (2019). Karakterisasi Jagung Ketan (Zea mays L. var. Ceratina) Pada Generasi S5. [Skrispi]. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. 111 hal. repository.ub.ac.id/id/eprint/172988/7.
Pulungan, M, H., Lubis, L., Zahara, F., & Fairuzah, Z. (2014). Uji Efektivitas Trichoderma harzianum dengan Formulasi Granular Ragi untuk Mengendalikan Penyakit Jamur Akar Putih (Rigidopous microporus (Swartz:fr) van Ov) pada Tanaman Karet di Pembibitan. Jurnal Onlune Agroekoteknologi Vol 2(2):497-512. https://media.neliti.com/media/publications/98108-ID-none.pdf
Putri, R., Prasetyo, J., Martoyo, T., & Ratih, S. (2022). Pengaruh Empat Isolat Trichoderma spp. terhadap Penyakit Bulai dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Agrotek Tropica Vol 10(2):177-185. Doi: http://dx.doi.org/10.23960/jat.v10i2.5873
Rahayu, M., Susanna, S. and Hasnah, H. (2021). Potensi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin (Isolat Lokal) dalam Mengendalikan Hama Ordo Coleoptera. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6(2), pp. 155–165. Doi: 10.17969/jimfp.v6i2.17183
Rizal, S., D. Novianti, dan M. Septiani. 2019. Pengaruh Jamur Trichoderma sp. terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.). Jurnal Indobiosains Vol. 1 No.1 Edisi Februari 2019. https:// jurnal.univpgri-palembang.ac.id /index.php/biosains.
Simbolon, B. A. S. (2016). Aplikasi Trichoderma sp. Untuk Mengendalikan Serangan Fusarium oxysporum f.sp. lycopercii Pada Tanaman Tomat Cung (Lycopersicum esculentum Mill.). [Skripsi] Universitas Bengkulu.
Sinay, Y., Kalay, A, M., & Habi, M, L. (2022). Penggunaan Trichoderma harzianum Untuk Mengendalikan Jamur Patogen Terbawah Benih Padi (Oryza zativa L.) dari Penangkar di Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. Agrologia Vol 11(1):34-44. https://ojs.unpatti.ac.id/index.php/agrologia/article/viewFile/1540/717
Sriwati, R., T. Chamzurni, L. Kemalasari. (2014). Kemampuan bertahan hidup Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens setelah ditumbuhkan bersama dengan jamur patogen tular tanah secara in vitro. J. Floratek 9:14-21
Suganda, T., Yulia, E., Widiantini, F., & Hersanti. (2016). Intensitas Penyakit Blas (Pyricularia oryzae Cav.) pada Padi Varietas Ciherang di Lokasi Endemik dan Pengaruhnya terhadap Kehilangan Hasil. Jurnal Agrikultura Vol 27 (3):154-159. https://www.researchgate.net/publication/312593676
Suriani., & Muis, A. Fusarium pada Tanaman Jagung dan Pengendaliannya dengan Memanfaatkan Mikroba Endofit. Iptek Tanaman Pangan Vol 11(2):133-143. https://www.researchgate.net/publication/350854130
Turnip A., Efri, dan J. Prasetyo. (2015). Pengaruh perlakuan Benih dengan Trichoderma viridae dan Pseudomonas fluorescens Terhadap Keterjadian Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis) pada Berbagai varietas jagung (Zea mays L.). J. Agrotek Tropika 3 (2): 216-219.
Usyati, N., Kurniawati, N., Ruskandar, A., & Rumasa, O. (2018). Populasi Hama dan Musuh Alami pada Tiga Cara Budidaya Padi Sawah di Sukamandi. Agrikultura, 29(1), 35. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v29i1.1692
Wulandari, E., Prasetyo, J., Nurdin, M., & Maryono, T. (2022). Pengaruh Mefenoksam dan Trichoderma sp. terhadap Penyakit Bulai dan Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agrotek Tropika Vol 10(1):43-49. Doi: http://dx.doi.org/10.23960/jat.v10i1.5601
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Stevani Kirana Putri, Iqbal Erdiansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
-
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke artikel teks lengkap dalam jurnal ini tanpa meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan untuk membagikan, menyalin, dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun selama Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan sumbernya, berikan tautan ke lisensi Creative Commons. Jika Anda me-remix, mengubah, atau membangun materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti persyaratan lisensi. Untuk melihat salinan lisensi ini, kunjungi tautan permanen ini.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal publikasi di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat Pengaruh Akses Terbuka).Anda bebas untuk:
Bagikan — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi — me-remix, mengubah, dan membangun materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti persyaratan lisensi.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.