Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Wisata Curug sebagai Sumber Pendapatan Berkelanjutan di Desa Ketenger
DOI:
https://doi.org/10.30997/almujtamae.v5i2.19013Keywords:
Pelatihan, Pendampingan, Pengembangan, wisata, partisipasiAbstract
Potensi keindahan Curug Jenggala menarik jumlah wisatawan cukup besar, begitu pula dengan sumber daya alam berupa singkong dan kopi. Namun karena sulitnya akses menuju curug yang hanya dapat dilalui dengan jalan kaki, serta kurangnya keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong dan biji kopi, membuat potensi sumber daya alam dan masyarakat Dusun Kalipagu belum optimal. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan, pendampingan dan pengembangan sarana wisata curug. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Kalipagu dalam pengolahan singkong dan kopi serta peningkatan jumlah wisatawan curug. Metode pengabdian menggunakan metode pembelajaran orang dewasa yaitu partisipan berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan ini. Terdapat tiga tahap dalam pelaksanaan kegiatan, yakni pelatihan dan pendampingan pengolahan singkong dan kopi, serta peningkatan sarana wisata melalui partisipasi masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan terdapat peningkatan 100% pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan terkait pengolahan singkong dan kopi, serta peningkatan jumlah wisatawan Curug Jenggala sebesar 150%. Kegiatan ini telah sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat. Saran untuk kegiatan lanjutan adalah diperlukannya pelatihan lanjutan dalam pengelolaan keuangan koperasi.
References
Badan Pusat Statistik, Kabupaten Banyumas. (2024). Kecamatan Baturraden dalam Angka 2023 (Kesatu). Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. https://banyumaskab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/03d7e7ddac7cc9bedff385e2/kecamatan-baturraden-dalam-angka-2024.html
Dhamotharan, M. (2009). Handbook on integrated community development: Seven D approach to community capacity development. Tokyo, Japan: Asian Productivity Organization.
Haryanto, E., & Setiawan, A. (2018). "Pengaruh Kualitas Singkong terhadap Hasil Olahan Tepung." Jurnal Pengolahan Pangan.
Hidayat, H., & Sulastri, N. (2019). "Pengaruh Kandungan Air Singkong terhadap Kualitas Tepung." Jurnal Ilmu Pangan.
Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. New York: Van Nostrand Reinhold.
Kiper, T., & zdemir, G. (2012). Tourism Planning in Rural Areas and Organization Possibilities. In M. Ozyavuz (Ed.), Landscape Planning. https://doi.org/10.5772/39072
Kumar, C. (2005). Revisiting ‘community’ in community-based natural resource management. Community Development Journal, 40(3), 275–285. https://doi.org/10.1093/cdj/bsi036
Nugroho, A., et al. (2016). "Pemilihan Varietas Singkong Unggul untuk Pembuatan Tepung." Jurnal Teknologi Pertanian.
Purnomo, S., et al. (2015). "Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kualitas Singkong." Jurnal Pertanian Tropika.
Sihombing, R. R., & Rahmad, S. (2017). "Pengaruh Umur Panen Singkong terhadap Kualitas Tepung." Jurnal Agronomi
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indah Setia Utami, Suhartono Suhartono, Prasetyarti Utami, Rani Darojah, Dewi Maharani Rachmaningsih, Supriyono Supriyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





