Menunjang Sertifikasi Perbenihan Tanaman Hutan Melalui Pelatihan Seleksi Pohon Plus
DOI:
https://doi.org/10.30997/almujtamae.v4i2.14957Keywords:
Benih, Pelatihan, Sengon, SertifikasiAbstract
Rencana rehabilitasi tanaman hutan membutuhkan benih dan bibit dalam jumlah besar. Pemenuhan kebutuhan bibit dapat diperoleh melalui sertifikasi benih tanaman hutan. Penggunaan benih bersertifikasi juga dapat meningkatkan produktivitas tanaman sehingga hasil panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Salah satu sumber benih dan bibit tanaman hutan bersertifikat yang diperlukan masyarakat adalah sengon. Pelatihan seleksi pohon plus melalui kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan informasi dan membantu petani dan masyarakat desa hutan (LMDH) binaan UPTD Perbenihan Jawa Tengah dalam memilih pohon induk yang unggul. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktikum langsung di lapang. Evaluasi keberhasilan pelatihan dilihat dari peningkatan nilai post-test peserta pelatihan. Hasil post-test peserta mengalami peningkatan sebesar 48%. Berdasarkan tingkat pendidikan, peningkatan tertinggi terdapat pada peserta dengan tingkat pendidikan S1 yaitu sebesar 40,4 poin. Berdasarkan rentang usia, peningkatan nilai tertinggi berada pada rentang usia 25-35 tahun dan 36-46 tahun. Pelatihan seleksi pohon plus dapat dikatakan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan. Semua pihak berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali.
References
Bambang, Jubaedah, E., & Listiani, T. (2023). Strategi implementasi kebijakan sertifikasi perbenihan tanaman hutan pada UPTD SPTH Dinas Kehutanan Jawa Barat. Jurnal Media Administrasi Terapan, 4(1), 26-37.
Djaali, & Muljono, P. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Getzmann, S., Reiser, J. E., Gajewski, P. D., Schneider, D., Karthaus, M., & Wascher, E. (2023). Cognitive aging at work and in daily life—a narrative review on challenges due to age-related changes in central cognitive functions. Frontiers in Psychology, 14, 1232344.
Hartshorne, J. K., & Germine, L. T. (2015). When does cognitive functioning peak? The asynchronous rise and fall of different cognitive abilities across the life span. Psychological Science, 26(4), 433-43.
Hidayat, T., Dasipah, E., Sukmawati, D., & Safa, Z. N. (2023). Masalah kebijakan sertifikasi benih dan bibit tanaman hutan di Jawa Barat (penerapan pendekatan advocacy coalition framework). OrchidAgri, 3(1), 30-38.
Lanawati, Listyowati, R., & Kuswardhani, R. A. T. (2015). Association of physical fitness participation with cognitive function and balance among the elderly in Denpasar. PHPMA, 3(2), 168-172.
Nugroho, I. A., Asti, A. D., & Kuatno, L. (2017). Hubungan tingkat pendidikan dan aktivitas fisik terhadap fungsi kognitif lansia usia 60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen. Jurnal ILmiah Kesehatan Keperawatan, 13(3), 146-150.
Priadi, D., & Hartati, N. S. (2018). Karakterisasi sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) unggul berdasarkan morfologi pohon dan kadar lignin. Prosiding Seminar Nasional XVII “Kimia dalam Pembangunan, 341-350.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ulfah Juniarti Siregar, Esti Nurianti, Noor Farikhah Haneda, Bayu Winata, Dede J Sudrajat, Yunita Pramisari, Satria Adam, Mochammad Zidan, Rafli Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





