Pendidikan Toleransi Beragama Dalam Lingkungan Pendidikan Gusdurian
DOI:
https://doi.org/10.30997/jtm.v9i2.21386Keywords:
Pendidikan, Toleransi Beragama, GusdurianAbstract
Pemikiran pluralisme agama dan pendidikan toleransi beragama menjadi aspek krusial dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis, khususnya di Kota Batu yang kaya akan keberagaman agama dan budaya. Komunitas Gusdurian Kota Batu tampil sebagai gerakan sosial berbasis nilai-nilai pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menekankan pentingnya kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar pluralisme dalam Komunitas Gusdurian Kota Batu dan kontribusi terhadap pendidikan toleransi beragama di kalangan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dengan menjadikan Kiai, santri, pengurus pondok, alumni, dan masyarakat sebagai subjek penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan (1) praktik pluralisme Komunitas Gusdurian Kota Batu mengadopsi pendekatan fleksibel, dialogis, dan kontekstual, selaras dengan prinsip andragogi dan pembelajaran transformatif. (2) Komunitas Gusdurian Kota Batu mampu memberikan kontribusi terhadap pendidikan toleransi beragama masyarakat lokal secara signifikan melalui praktik pendidikan luar Sekolah, baik secara non formal seperti ngaji pemikiran Gus Dur serta dialog lintas agama dan secara informal melalui silaturahmi lintas agama. (3) Partisipasi aktif masyarakat dalam program-program Komunitas Gusdurian Kota Batu menunjukkan adanya transformasi kesadaran kritis dan peningkatan interaksi antaragama, yang pada gilirannya memperkuat modal sosial dan kohesi komunitas.
References
Ahmed, M., & Coombs, P. H. (1975). Education for rural development: Case studies for planners.
Alhamid, T., & Anufia, B. (2019). Resume: Instrumen pengumpulan data. Sorong: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), 1–20.
Arman, L. (2022). In Indonesia, a rising tide of religious intolerance. The Diplomat, 12.
Astuti, R. W. (2018). Program kegiatan Komunitas Garuda (Gerakan Gusdurian Muda) Malang dalam memelihara kerukunan antarumat beragama di Kota Malang.
Brookfield, S. (1986a). Media power and the development of media literacy: An adult educational interpretation. Harvard Educational Review.
Brookfield, S. (1986b). Understanding and facilitating adult learning: A comprehensive analysis of principles and effective practices. McGraw-Hill Education (UK).
Erwhintiana, I., & Milal, M. S. (2022). Apropriasi Spiritual dalam Konteks Tradisi: Pembacaan Hermeneutika Ricoeur dalam Kitab Negarakertagama. Arif. Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 1(2), 334–351.
Fajrin, M., Efendi, M. S. A., & Riswan, M. (t.t.). Pendidikan Multikultural: Membangun Harmonisasi dan Kerukunan Melalui Penguatan Nilai Toleransi Di Desa Mojorejo Kota Batu Jawa Timur.
Freire, P. (1970). The adult literacy process as cultural action for freedom. Harvard educational review, 40(2), 205–225.
Ginting, R., & Aryaningrum, K. (2009). Toleransi dalam masyarakat plural. Majalah Lontar, 23(4).
Haq, M. S. (2016). Motivasi mempromosikan kerukunan umat beragama: Studi fenomenologi komunitas Gusdurian Malang.
Harahap, E. (2023). Menggali prinsip-prinsip dan model pembelajaran pendidikan agama Islam yang transformatif: Membangun kesadaran spiritual dan kemandirian berpikir. Al-Murabbi Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 113–127.
Haris. (2025, April 27). Praktik Pluralisme Komunitas Gusdurian Kota Batu [Komunikasi pribadi].
Huberman, M., & Miles, M. B. (2002). The qualitative researcher’s companion. sage.
Idur. (2025, April 23). Kontribusi Komunitas Gusdurian Kota Batu Dalam Pendidikan Toleransi Beragama Kepada Masyarakat Lokal [Komunikasi pribadi].
Johnes, J., Izzeldin, M., & Pappas, V. (2014). A comparison of performance of Islamic and conventional banks 2004–2009. Journal of Economic Behavior & Organization, 103, S93–S107.
Knowles, M. S. (1984). Andragogy in action.
Lewin, K. (1951). Intention, will and need.
Milal, M. S. (2021). Menilik Modal Simbolik Halimi Zuhdy sebagai Sastrawan Arab dari Indonesia. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 115–132.
Muhammad, K. H. (2019). Samudra Kezuhudan Gus Dur: Sang Guru Bangsa, Sang Sufi dalam Kesehariannya. Diva Press.
Nafi’Udin, M. B., Redjeki, E. S., & Dayati, U. (2024). Participatory Learning Strategy in the Retirement School Program to Achieve Quality Village Education. KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 12(1), 163–173.
Perempuan, I., & di Lingkungan, N. (t.t.). Jalan Panjang. NU Penjaga NKRI, 228.
Puspitowati, P. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dengan Menggunakan Media Gambar dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi pada Siswa Kelas IV MI Riyadlatul Uqul. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 3(2), 120–132.
Putri, F. S. (2021). Strategi Komunikasi Persuasif Gusdurian Tangerang dalam Mengimplementasikan Toleransi Agama Di Wilayah Tangerang Raya.
Randa, I. R. A. (2017). Sikap toleransi mahasiswa lintas etnis dan agama di asrama bujang malaka kabupaten kubu raya. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 6(3).
Rizal, D. A., & Kharis, A. (2022). Kerukunan Dan Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial. Komunitas, 13(1), 34–52.
Ruben. (2025, April 28). Respon Masyarakat Terhadap Aktivitas Komunitas Gusdurian Dalam Mempromosikan Toleransi Beragama [Komunikasi pribadi].
Saputro, M. N. A. (2019). Konsep Pluralisme Menurut KH Abdurrahman Wahid Dalam Pengembangan Nilai Pendidikan Karakter dan Urgensinya di Indonesia.
Sodik, F. (2020). Pendidikan toleransi dan relevansinya dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia. Tsamratul Fikri, 14(1), 1–14.
Wijanarka, T., & Sari, N. K. D. A. P. (2023). Pluralisme Dalam Perwujudan Toleransi Melalui Relasi Komunitas Gusdurian-Gereja Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Dialog, 46(2), 169–184.
Wijaya, W. G. A. D. (2024). Moderasi Beragama Di Komunitas Gusdurian Purwokerto. Jurnal SUARGA: Studi Keberagamaan dan Keberagaman, 3(1), 01–17.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2025 Ajie Kharisna Farisyaputra, Sucipto, Endang Sri Redjeki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Tadbir Muwahhid agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Tadbir Muwahhid.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Tadbir Muwahhid.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work


















