Dampak Eksternalitas Negatif Akibat Bencana Alam Banjir Terhadap Masyarakat

Authors

  • Sahputra Sunan Aji Universitas Mulawarman
  • Alya Nindityas Utami Universitas Mulawarman
  • Dina Hayati Putri Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30997/jsh.v16i2.19606

Keywords:

Externalities, Natural Disasters, Floods, Disaster Mitigation, Socio-Economic Impacts

Abstract

Banjir merupakan salah satu jenis bencana hidrometeorologi yang semakin memengaruhi wilayah perkotaan, terutama akibat perubahan tata guna lahan, intensitas curah hujan yang tinggi, dan sistem drainase yang tidak memadai. Studi ini dilakukan di Kecamatan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, wilayah Kota Samarinda yang rawan banjir akibat urbanisasi yang pesat dan degradasi lingkungan. Tujuan studi ini adalah: (1) Menganalisis eksternalitas negatif akibat banjir terhadap lingkungan fisik, ekosistem, dan kondisi sosial masyarakat; (2) Mengkaji dampak ekonomi banjir, termasuk kerusakan aset dan strategi adaptasi yang diterapkan warga; dan (3) Mengevaluasi kapasitas masyarakat dalam merespons banjir dan menganalisis efektivitas kebijakan pengelolaan lingkungan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, Diskusi Kelompok Terarah (FGD), dan kuesioner yang disebarkan kepada 30 rumah tangga terdampak banjir yang dipilih secara purposif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banjir telah menyebabkan pencemaran air, kerusakan drainase, munculnya penyakit, dan kerusakan properti rumah tangga. Kerugian ekonomi meliputi kerusakan aset dan terganggunya kegiatan penghasil pendapatan. Sebagian besar warga belum menerima pelatihan kesiapsiagaan bencana atau akses terhadap informasi mitigasi banjir. Respons pemerintah dinilai terbatas, tanpa adanya tempat evakuasi resmi; sebagai gantinya, warga berlindung di rumah tetangga, masjid, atau posyandu. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat dan mengintegrasikan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan untuk secara kolektif mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

References

Anggraini, A., Rachman, I., & Sampe, S. (2021). Kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dalam mengatasi pencemaran limbah industri PT Delta Pasifik Indotuna di Kelurahan Girian Bawah Kota Bitung. Jurnal Governance, 1(2), 1–11.

Djongihi, A., Adjam, S., & Salam, R. (2016). Dampak pembuangan sampah di pesisir pantai terhadap lingkungan sekitar (Studi kasus masyarakat Payahe Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan). Jurnal GeoCivic, 2(1), 1–10.

Dyana, J. S., Amelia, R. N., Davita, S. A. M., Arafah, Y. A., Sede, A. I., & Hidayati, A. R. (2025). Dampak Bahaya Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat di Perkotaan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(1. A), 132-140.

Famoso, F., Lanzafame, R., Monforte, P., Oliveri, C., & Scandura, P. F. (2015). Air quality data for Catania: Analysis and investigation case study 2012–2013. Energy Procedia, 81, 644–654.

Gualtieri, G., Camilli, F., Cavaliere, A., De Filippis, T., Di Gennaro, F., Dini, F., Gioli, B., Matese, A., Nunziati, W., Rocchi, L., Toscano, P., Di Lonardo, S., Vagnoli, C., & Zaldei, A. (2017). An integrated low-cost road traffic and air pollution monitoring platform to assess vehicles’ air quality impact in urban areas. Transportation Research Procedia, 27, 609–616.

Haryono, T. (2017). Kualitas udara dan dampak kesehatan di kota-kota besar Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan, 5(2), 56-67.

Hasibuan, R. (2016). Analisis dampak limbah/sampah rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan hidup. Jurnal Ilmiah Advokasi, 4(1), 1–10.

Kurniawan, A. (2017). Pengukuran parameter kualitas udara (CO, NO₂, SO₂, O₃ dan PM₁₀) di Bukit Kototabang berbasis ISPU. Teknosains, 7(1), 1–13.

Lubis, A. I. F., Nasution, D. P., & Sembiring, R. (2019). Analisis dampak pencemaran lingkungan terhadap faktor sosial ekonomi pada wilayah pesisir di Desa Pahlawan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara. Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu, 11(2), 94–116.

Ozcan, N. S., & Cubukcu, K. M. (2015). Evaluation of air pollution effects on asthma disease: The case of Izmir. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 202, 448–455.

Periyasa, I. P. (2021). Peranan Desa Adat Celukan Bawang dalam Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Ditinjau dari UU No. 32 Tahun 2009. Jurnal Sabda Justitia, 1(2).

Priadi, A., Fatria, E., Nadiroh, Sarkawi, D., & Oktaviani, A. (2018). Environmental citizenship behavior (the effect of environmental sensitivity, knowledge of ecology, personal investment in environmental issue, locus of control towards students’ environmental citizenship behavior). E3S Web of Conferences, 74, 08002.

Rusmin, L. O. (2024). Analisis pencemaran lingkungan terhadap masyarakat Dusun Kranjang Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon. Pattimura Mengabdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 217–222.

Sulistiani, E. (2024). Fenomena Pencemaran Lingkungan: Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan. Jurnal Manajemen dan Bisnis Ekonomi, 2(2), 301–305.

Umah, R., & Gusmira, E. (2024). Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan. Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 3(3), 103–112.

Wahyudi, U. (2017). Strategi komunikasi lingkungan dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Jurnal Common, 1(2), 1–10.

Downloads

Published

2025-10-14

How to Cite

Sahputra Sunan Aji, Utami, A. N., & Putri, D. H. (2025). Dampak Eksternalitas Negatif Akibat Bencana Alam Banjir Terhadap Masyarakat. Jurnal Sosial Humaniora, 16(2), 128–139. https://doi.org/10.30997/jsh.v16i2.19606

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 

You may also start an advanced similarity search for this article.