Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom
Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency
DOI:
https://doi.org/10.30997/jsh.v16i2.13476Keywords:
Betels, , Culture, , Contact, , CommunityAbstract
Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.
References
Abdulah, I. (2002). Tantangan Pembangunan Ekonomi dan Transformasi Sosial: Suatu Pendekatan Budaya. Jurnal Humaniora, 14(3), 260-270. DOI: https://doi.org/10.22146/jh.762
Alizamar. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran: Implementasi dalam Bimbingan kelompok Belajar di Perpendidikan Tinggi. Yogyakarta: Media Akademi
Bakti, Andi Faisal. (2004). Communication and Family Planning in Islam in Indonesia: South Sulawesi Muslim Perception of a Global Development Program. Leiden-Jakarta: INIS
Basuni, Akhmad., Royhatudin, Aat., Nurhayati, Ulmah., Maman., Maryam, Siti., Iskandar., & Kurnaesih, Uun. (2021). Psikopedagogik Islam Dimensi Baru Teori Pendidikan. Yogyakarta. Group Penerbitan CV Budi Utama
Bida, Gilang Saputra., Tanib, Nurul Amelia., Akbar, Hairil., & Sarman. (2022). Tradisi Kebiasaan Mengunyah Sirih Pinang dapat Meningkatkan Kesehatan Gigi pada Masyarakat di Kota Kotamobagu. Graha Medika Public Health Journal. 1(1): 10-15. https://journal.iktgm.ac.id/index.php/publichealth/article/view/90
Dyastuti, Risqi Mumpuni., & Baharuddin, Wahdaniah. (2023). Tradisi Makan Pinang Dalam Kesepakatan Perjanjian di Desa Sanahu Kabupaten Seram Bagian Barat. BAMETI Customary Law Review. 1(2): 105-109. DOI: https://doi.org/10.47268/bameti.v1i2.11319
Fadli, Muhammad Rijal. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum. 21(1): 33-54. DOI: https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fitri, Purnama., Keumala, Cut Ratna., & Amiruddin, Amiruddin. (2022). Pengetahuan dan Kebiasaan Mengunyah Sirih dengan Status Jaringan Periodontal. Jurnal Kesehatan Ilmiah. 15(2): 133-141. DOI: https://doi.org/10.30867/nasuwakes.v15i2.450
Goodenough, W.H. (1961). Comment on Cultural Evolution. Daedalus 90: 521-528
Jenks Chris. (2013). Cultur, Studi Kebudayaan. Yogyakarta; Pustaka Pelajar
Juri, Juri., & Santi, Dominika. (2019). Eksistensi Nilai-Nilai Kebudayaan pada Tradisi Adat Melah Pinang Dayak Iban Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. 4(2): 121-133. DOI: https://doi.org/10.31932/jpk.v4i2.552
Levi Strauss Claude. (1997). Mitos, Dukun dan Sihir. Yogyakarta; Kanisius
Ritonga, Sri Wahyuni., Nurhamidah, Nurhamidah., & Lestari, Citra. (2017). Pengaruh Budaya Makan Sirih Terhadap Penyakit Periodontal pada Masyarakat di Desa Tanjung Medan Kecamatan Bilah Barat Labuhan Batu. Jurnal Unbrah. 4(1): 45-51. DOI: https://doi.org/10.33854/JBDjbd.88
Ritzer, Goerge. & Douglas J. Goodman. (2011). Teori Sosiologi Modern. Jakarta; Kencana Prenada Media Group
Saldana., Miles., & Huberman. (2014). Qualitative Data Analysis. America; Sage Publications
Sileuw, Marwan., et.al. (2022). Fenomena Penutupan Jalan Umum Untuk Acara Kedukaan Di Wilayah Kampung Kei Kota Jayapura. Potret Pemikiran. 26(1). 84-102. DOI: http://dx.doi.org/10.30984/pp.v26i1.1909
Subarnas, A. (2005). Antidepresi Warisan Nenek Moyang. Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjajaran. Majalah Trubus. Nomor 430, 142-143
Wawancara
Gerson. yang merupakan warga asli Papua di Arso Swakarsa, wawancara pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2023
Payokwa, M. yang merupakan warga asli Papua di Arso Swakarsa, wawancara pada hari Minggu Tanggal 17 Desember 2023
Tina. yang merupakan warga asli Papua dan merupakan salah satu penjual pinang di pasar mama-mama di Arso Swakarsa, wawancara pada hari Sabtu tanggal 6Januari 2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors submitting manuscripts must understand and agree to copyright the manuscript of the article was transferred to OJS Djuanda University. All rights reserved. The copyright release statement for the Journal of Social Humanities is set out in the Agreement Transfer of Copyright. This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) version 4.0 where Author and Readers can copy and redistribute material in any media or format , as well as mixing, modifying and building materials for any purpose, but they must provide appropriate credit (citing articles or content), provides a link to the license, and indicates when changes have been made. If you mix, modify, or develop, the materials you have to distribute your contributions are under the same license as the originals.













