TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PELAKSANAAN PELATIHAN DAN SERTIFIKASI MANAJEMEN APARATUR SIPIL NEGARA
DOI:
https://doi.org/10.30997/jgs.v11i2.20002Kata Kunci:
ASN Training, ASN Management Certification, Collaborative Governance, Collaborative Government, Human Resource DevelopmentAbstrak
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas pelayanan publik di tengah tuntutan profesionalisme dan adaptabilitas yang semakin tinggi. Tata kelola kolaboratif dipandang sebagai pendekatan strategis untuk mengatasi kompleksitas dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ASN secara terpadu dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tata kelola kolaboratif dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi manajemen ASN pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan total sampling sebanyak 82 responden yang melibatkan peserta dan penyelenggara kegiatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan teknik Weight Mean Score (WMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip tata kelola kolaboratif dalam pelatihan ASN telah mulai diupayakan melalui kerja sama antarlembaga, namun implementasinya belum sepenuhnya mencerminkan kerangka teoritis yang digunakan, khususnya teori Emerson et al. (2012) yang menekankan pentingnya motivasi bersama, kapasitas untuk bertindak kolektif, dan kesepahaman terhadap perubahan. Selain itu, berdasarkan model evaluasi pelatihan Kirkpatrick, dampak dari penerapan tersebut belum mencapai tingkat perubahan perilaku dan hasil yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa tata kelola kolaboratif yang diterapkan masih bersifat parsial dan belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap efektivitas pelatihan ASN secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara konsep teoritis dan praktik di lapangan. Penelitian ini memberikan landasan awal untuk pengembangan model kolaboratif yang lebih aplikatif dan berdampak dalam pelatihan ASN ke depan.
Referensi
Apriliani, A. W. ( (2024). Collaborative Governance dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Pelatihan dan Pendampingan. Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada masyarakat, 10(3).
Agustina, R., & Daroini, A. (2025). Analisis Peningkatan Kinerja Aparatur Sipil Negara Melalui Pengembangan Kompetensi, Disiplin, Dan Etos Kerja Pada Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Otonomi, 25(1), 130-140.
Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2006). The design and implementation of cross-sector collaborations: Propositions from the literature. Public Administration Review, 66(s1), 44–55.
Dino Alfian Nurdiansyah, i. (2024). tata kelola kolaboratif pengembangan pariwisata di desa sidumulyo kaboaten jember . . Pubmedia Ilmu Sosial dan Humaniora, Jilid : 1, Nomor 3,, 1-14.
Emerson, K. ((2015)). Rezim Tata Kelola Kolaboratif. Georgetown University Press.
Emerson, K. (2012). Kerangka integratif untuk tata kelola kolaboratif. Jurnal penelitian dan teori administrasi publik, 22(1), 1-29.
Kurniawan, T. &. (2017). Tata Kelola Kolaboratif dalam Hubungan Dinamis Publik-Swasta-Masyarakat untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. . Pembangunan dan Masyarakat, 46(3), 421-426.
Maulidah, N. (2023). TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PENGELOLAAN DESTINASI WISATA KOTA TUA JAKARTA. Universitas Nasional.
Muliadi, A. (2021). Model pelatihan kolaboratif di sektor pendidikan: Studi kasus pelatihan guru berbasis kemitraan. Jurnal Pendidikan dan Pelatihan Profesi, 9(3), 210–223.
Mulyani, A. (2017). Pengaruh Tim Building Terhadap Kerja Sama Peserta pelatihan nusantara sehat VIII. Disertasi Doktor universitas pendidikan.
PusbangpegASNBKN. (2019). Panduan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Teknis Manajemen ASN.
Rakhmawati, D. (2020). Evaluasi efektivitas pelatihan ASN dan relevansinya terhadap kebutuhan organisasi. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 8(2), 145–158.
Rahmawati, R. R. (2024). Kolaborasi Antar Instansi Bappeda Litbang dengan Sekretariat Daerah dalam Meningkatkan Akuntabilitas. Karimah Tauhid, 3(8), 9024-9030.
Ramadhani, M., & Yusuf, H. (2020). Peran kapasitas kelembagaan dalam tata kelola kolaboratif pelatihan ASN. Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik, 11(1), 45–59
Rizkyani Salsabila1, e. s. (2024). Efektivitas pendidikan dan pelatihan teknis ASN pada BKSDM kabupaten karawang (kegiatan english camp). Jurnal ekonomi dan manajemen, 628-636.
Rukmana, I. R. (2020). Efektivitas Penilaian Kinerja berbasis E-Kinerja di pusat pelatihan manajemen kepemimpinan pertanian. Jurnal governasi, 5156.
Sari, W. H. (2024). Analisis Kinerja Pegawai Pusat Pengembangan Kepegawaian Aparatur Sipil Negara. . Karimah Tauhid, 3(4), 4497-4505.
Sartika, U. D. (2019). Pengaruh Pelatihan Di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Cianjur. Jurnal governasi, 5(2), 157-162.
Silvia, F. H. (2024). Efektivitas Sistem Informasi Pelatihan Sertifikasi Dan Kompetensi Teknis Manajemen ASN Dalam Aplikasi siplima di Pusat pengembangan kepegawaian ASN BKN. Karimah Tauhid, 3(3).
Syafitri, R. A., Nusantara, A. B., Sahila, A. N., Samsi, A., & Salbiah, E. (2024). Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Balai Latihan Kerja. Karimah Tauhid, 3(2), 1681-1694.
Thomson, A. M., & Perry, J. L. (2006). Collaboration processes: Inside the black box. Public Administration Review, 66(s1), 20–32
Tumanggor, P. (2024). Analisis Efektivitas penggunaan media pelatihan online "ASN Unggul" begi Pegawai Negri Sipil dalam meningkatkan kinerja organisasi (Studi pada Lembaga Administrasi Negara).
Putri, A. N. (2021). Analisis partisipasi lintas sektor dalam perencanaan pelatihan ASN di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 15(2), 123–135.
Rahmawati, R., Ramdani, F. T., Wahyudin, C., Apriliyani, N. V., Purnamasari, I., & Subagdja, O. (2024). Kolaborasi Antar Instansi Bappeda Litbang dengan Sekretariat Daerah dalam Meningkatkan Akuntabilitas. Karimah Tauhid, 3(8), 9024-9030.
Wahyudin, C. E. C. E. P., Apriliani, A. F. M. I., Ramdani, F. T., Pratidina, G. I. N. U. N. G., & Seran, G. G. (2023). A bibliometric analysis collaborative governance of plastic reduction through the transformation industry. Journal of Engineering Science and Technology, 18(4), 85-93.
Wahyudin, C., Hasbiyah, D., Septiana, M. P., & Zidane, M. R. D. (2024). Collaborative Governance dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Penyuluhan Budidaya Tanaman Seledri Teknik Hidroponik. Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat, 10(3), 215-230.
Wahyudin, C., Firliandoko, R., Amalia, N., & Zulfa, A. A. (2024). Collaborative based tourism governance model in sustainable tourism development. Jurnal Governansi, 10(2), 147-164.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Euis Salbiah, Neng Virly Apriliani, Siti Nabilah, Gotfridus Goris Seran, Ginung Pratidina, R. Akhmad Munjin, Berry Sastrawan, Oetje Subagdja

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Governansi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Governansi.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Governansi.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.















