Korelasi antar uji mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum) metode tetrazolium dengan metode standar

Authors

  • Undang Undang
  • Sylviaghani Musyahrani Universitas Djuanda
  • Arifah Rahayu Universitas Djuanda
  • Yuliawati Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/jag.v10i2.15727

Keywords:

daya kecambah, genotipe, pewarnaan, viabilitas, vigor

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara uji daya berkecambah dengan uji tetrazolium terhadap mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret-Juni 2024 di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih dan Laboratorium Mikroteknik IPB Dramaga. Penelitian dilakukan dalam dua percobaan. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal, yaitu 10 genotipe cabai rawit (Bara, Genie, Jelita, Lembayung, Namira, Syakira, Triwarsana, Viola, Violeta, dan F12 145174). Percobaan kedua menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, faktor pertama genotipe cabai rawit seperti pada percobaan pertama dan faktor kedua adalah konsentrasi larutan tetrazolium (0,5%, 1%, dan 1,5%). Uji viabilitas benih menunjukkan bahwa genotipe Bara memiliki daya berkecambah tertinggi, genotipe Genie dengan indeks vigor, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal tertinggi, genotipe Violeta dengan keserempakan tumbuh tertinggi dan genotipe Viola dengan laju pertumbuhan kecambah tertinggi. Pengujian tetrazolium menghasilkan 12 pola pewarnaan yang dikelompokkan menjadi empat pola normal kuat, dua pola normal lemah, tiga pola abnormal, dan tiga pola benih mati. Nilai korelasi positif yang nyata terdapat pada daya berkecambah dengan konsentrasi tetrazolium 1% dan bobot kering kecambah normal dengan konsentrasi tetrazolium 1,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa pola pewarnaan dapat memprediksi viabilitas benih cabai, tetapi belum dapat digunakan untuk menduga vigor benih cabai dan masih perlu pengujian lebih lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, N., Widajati, E., & Palupi, E. R. (2020). Pengembangan uji tetrazolium sebagai metode analisis vigor benih botani bawang merah. J. Hort. Indonesia, 11(20), 120-130. http://dx.doi.org/10.29244/jhi.11.2.120-130.

Anggraeni, N. D., & Suwarno, F. C. (2013). Kemampuan benih kedelai (Glycine max L.) untuk mempertahankan viabilitasnya setelah didera dengan etanol. Buletin Agrohorti, 1(4), 34-44. https:// doi.org/10.29244/agrob.1.4.34-44.

Azmi, C., Rahayu, A., Putri, A., Astuti, S. W., & Anggraini, I. (2023, January). Pengaruh Jenis Cabai dan Metode Processing terhadap Mutu Benih Cabai. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 18, pp. 295-303). ISSN: 2774-6585. https://conference.uin sgd.ac.id/index.php/

Darmawan, A. C., Respatijarti, & Soetopo, L. (2014). Pengaruh tingkat kemasakan benih terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit (Capsicum frutescent L.) varietas comexio. Jurnal Produksi Tanaman, 2(4), 339-346. http://dx.doi.org/10.21176/protan.v2i4.115.

Hariyono, K., & Nathaniel, T. (2024). Hubungan perkecambahan benih dan performa bibit di lapang pada beberapa varietas terung hibrida. Jurnal AgrotekTropika, 12(1), 130–137. http://dx.doi.org/10.23 960/jat.v12i1.6134.

Ilyas, S. (2012). Ilmu dan Teknologi Benih Teori dan Hasil-hasil Penelitian. Bogor: IPB Press.

Ilyas, S., & Widajati, E. (2015). Teknik dan Prosedur Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan. Bogor: IPB Press.

[ISTA] International Seed Testing Association. (2021). Aturan ISTA Untuk Pengujian Mutu Benih. Depok: Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Jawak, G., Widajati, E., Liana, D., & Astuti, T. (2022). Pendugaan kemunduran benih dengan uji fisiologi dan biokimiawi. Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering “Savana Cendana, 7(4),61-64. https://doi.org/10.32938/sc.v7i04.1921.

Kusumawardana, A., Pujiasmanto, B., & Pardono, P. (2019). Pengujian mutu benih cabai (Capsicum annuum) dengan metode uji pemunculan radikula. Jurnal Hortikultura, 29(1), 9-16.

Mahmud, H., Basuki, N., & Fatmawati, M. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penggunaan benih padi di Desa Lembah Asri Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah. Journal Of Multi Disciplinary Sciences, 2(1), 52-60. https://doi.org/10.62394/scientia.v2i1.52.

França-Neto, J. D. B., & Krzyzanowski, F. C. (2019). Tetrazolium: an important test for physiological seed quality evaluation. Journal of Seed Science, 41(3), 359-366. https://doi.org/10.1590/23171545v41n3223104.

Rafiani, U. O. (2016). Pendugaan nilai genetik dan seleksi karakter kualitatif dan kuantitatif dua populasi cabai hias [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Rahayu, A. D., & Suharsi, T. K. (2015). Pengamatan uji daya berkecambah dan optimalisasi substrat perkecambahan benih kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Bul Agrohorti, 3(1), 18-27.

Sadjad, S. (1993). Dari Benih Kepada Benih. Jakarta: Grasindo.

Syukur, M., Sujiprihati, S., & Yunianti, R. (2015). Teknik Pemuliaan Tanaman. Edisi Revisi. Bogor: Penebar Swadaya.

Tefa, A. (2017). Uji viabilitas dan vigor benih padi (Oryza sativa L.) selama penyimpanan pada tingkat kadar air yang berbeda. Savana Cendana, 2(3), 48-50. https://doi.org/10.32938/sc.v2i03.210.

Undang, Arridho S., Qadir A., & Rosyad A. (2022). Pengembangan metode uji vigor benih cabai merah (Capsicum annuum L.) pada beberapa potensial air. J Agronida, 9(2), 40-49.

Undang, Syukur M., Wahyu Y., Qadir A., Sulassih, Marwiyah S., & Sastrawan U., (2023). Yield evaluation of IPB cayenne pepper (Capsicum annuum L.) to registration variety. UJAR,11(6), 1102-1108. https://doi.org/10.13189/ujar.2023.110617.

Undang, Syukur, M., Wahyu, Y., & Qadir, A. (2024). Hayman’s diallel analysis for physiological traits in chili (Capsicum annuum L.) seeds. SABRAO J. Breed. Genet, 56(1), 54-64. http://doi.org/10.54910/sabrao 2024.56.1.5.

Utami, E. P., Sari, M., & Widajati, E. (2013). Perlakuan priming benih untuk mempertahankan vigor benih kacang panjang (Vigna unguiculata) selama penyimpanan. Jurnal Bul Agrohorti, 1(4), 75–82. https://doi.org/10.29244/agrob.1.4.75-82.

Widajati, E., Murniati, E., Palupi, E.R,, Suharsi, T.K., Suhartanto, M.R., & Qadir A. (2017). Dasar Ilmu dan Teknologi Benih. Bogor: IPB Press.

Widajati, E., Ansella, Y., Dahlan, A. D., Putro, T. Y., & Masitadewi, E. (2024). Pengembangan metode uji tetrazolium dengan sensor infra red sebagai uji viabilitas pada benih kacang tanah (Arachis hypogea L.). Bul Agrohorti, 12(2), 154-165. https://doi.org/10.29244/agrob.v12i2.54759154.

Downloads

Published

2024-11-18

How to Cite

Undang, U., Musyahrani, S., Rahayu, A., & Yuliawati. (2024). Korelasi antar uji mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum) metode tetrazolium dengan metode standar. JURNAL AGRONIDA, 10(2), 58–67. https://doi.org/10.30997/jag.v10i2.15727

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.