Perbandingan pertumbuhan dan hasil berbagai varietas bawang merah (Allium cepa) di lahan gambut Meulaboh Aceh Barat
DOI:
https://doi.org/10.30997/jag.v10i2.14592Keywords:
Batu Ijo, Bima Brebes, Gayo, Tajuk, umbiAbstract
Bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak manfaatnya dan permintaannya juga tinggi. Produksi tanaman bawang merah di Kabupaten Aceh Barat masih rendah, terutama karena penanaman dilakukan di lahan gambut, dan varietas yang adaptif terhadap lahan tersebut belum tersedia. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil umbi dari beberapa varietas nasional bawang merah pada lahan gambut di Meulaboh, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada lahan percobaan milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, mulai Januari hingga April 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan tiga ulangan, yang terdiri atas tujuh varietas, yaitu Gayo, Birma, Cirebon, Singkil Gajah, Bima Brebes, Tajuk, dan Batu Ijo Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas bawang merah memiliki pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda pada semua peubah yang diamati. Tinggi dan jumlah daun varietas Cirebon, Gayo, dan Birma (varietas dataran tinggi) lebih rendah dibandingkan dengan varietas dataran rendah lainnya. Varietas Batu Ijo memiliki diameter umbi terbesar, tetapi jumlahnya sedikit, sedangkan Bima Brebes memiliki diameter besar dengan jumlah umbi yang banyak. Varietas Tajuk dan Bima Brebes menunjukkan nilai bobot segar dan bobot kering umbi terbaik di antara varietas lainnya.
Downloads
References
Aryanta, I.W.R. 2019. ryanta, I. W. R. (2019). Bawang merah dan manfaatnya bagi kesehatan. Widya Kesehatan, 1(1), 29-35. https://doi.org/10.32795/widyakeseha tan.v1i1.280.
[BPTP] Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. (2015). Produksi Bawang Merah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jakarta.
Baharuddin, R. (2016). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai (Capsicum annum L.) terhadap pengurangan dosis NPK 16: 16: 16 dengan pemberian pupuk organik. Dinamika Pertanian, 32(2), 115-124.
[Ditbenih Hortikultura] Direktorat Benih Hortikultura. 2020. Bawang Merah Gayo Lokal Aceh Tengah. Dinas Pertanian Kabupateb Aceh Tengah. Aceh.
Finalis, E. R., Noor, I., Arfiana, A., Tjahjono, E. W., Mulyono, A., & Suratno, H. (2024). Pengaruh penggunaan teknologi CRF (Controlled Release Fertilizer) pada uji efektivitas tanaman bawang merah. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 34(1), 21-27. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2024.34.1.21.
Firmansyah, M. A. (2018). Pertumbuhan, produksi, dan kualitas bawang merah di Tanah Pasir Kuarsa Pedalaman Luar Musim. Jurnal Agroekoteknologi, 6(2), 271–278. https://doi.org/10.32734/joa.v6i2.2604.
Handayani, R. S., Nuraini, A., & Ismadi, D.S. (2023). Morphology analysis, production, and quality of Gayo shallot (Allium cepa L.). Universal Journal of Agricultural Research, 11(1): 129-135. https://doi.org/10.13189/ujar.2023. 110112.
Hapsari, R., Indradewa, D., & Ambarwati, E. (2017). Pengaruh pengurangan jumlah cabang dan jumlah buah terhadap pertumbuhan dan hasil tomat (Solanum lycopersicum L.). Vegetalika, 6(3), 37-49. https://doi.org/10.22146/veg.28016.
Hidayat, Y. V., Apriyanto, E., & Sudjatmiko, S. (2020). Persepsi masyarakat terhadap program percetakan sawah baru di Desa Air Kering Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten Kaur dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 9(1). https://doi.org/10.31186/naturalis.9.1.12230.
Kantikowati, E., Karya, & Khotimah, I., H. 2022. Kantikowati, E., & Khotimah, I. H. (2022). Pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) varietas paragon akibat perlakuan jarak tanam dan jumlah benih. AGRO TATANEN| Jurnal Ilmiah Pertanian, 4(2), 1-10. https://doi.org/10.55222/agrotatanen.v4i2.828.
Karo, B. B., & Manik, F. (2020). Observasi dan adaptasi 10 varietas bawang merah (allium cepa) di berastagi dataran tinggi basah. Jurnal Agroteknosains, 4(2), 1-9. http://dx.doi.org/10.36764/ja.v4i2.379.
[KLHK] Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. (2023). Siaran Pers: Miliki Lahan Gambut Terbesar Keempat di Dunia, Indonesia Bisa Jadi Panutan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.
Malona, A., Mariati, M., & Barus, A. (2016). Eksplorasi identifikasi dan karakterisasi bawang merah lokal (Allium Ascalonicum L.) di Pulau Samosir. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 4(4), 2218–2230. http://dx.doi.org/10.32734/jaet.v4i4.13433.
Murdhiani, M., Heviyanti, M., Anzitha, S., & Maharany, R. (2021). Aplikasi teknologi proliga (produksi lipat ganda) untuk penanaman beberapa varietas unggul cabai merah keriting (Capsicum Annuum L.) pada lahan marginal. Agrikultura, 32(2), 129. http://dx.doi.org/0.24198/agrikultura.v32i2.34722.
Pratama, S.R., Kusuma D. N., & Hardani. (2021). Rancang bangun sistem monitoring kelembaban dan suhu tanah. Jurnal Riset Rekayasa Elektro, 3(2), 91-100. http://dx.doi.org/10.19028/jtep.010.3.268-280.
Rasyid, T. A. M., Safruddin, S., & Mawarni, R. (2020). Uji efektifitas pupuk POC G2 dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Bernas: Jurnal Penelitian Pertanian, 16(1), 93-102.
Rusdi, & Asaad, M. (2016). Uji adaptasi empat varietas bawang merah di Kabupaten Kolaka Timur Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 19(3), 243-252. http://dx.doi.org/10.21082/ jpptp.v19n3.2016.p243-252.
Sahetapy, M. M., Pongoh, J., & Tilaar, W. (2017). Analisis pengaruh beberapa dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas tomat di Desa Airmadidi. Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, 13(2A), 71-72. https://doi.org/10.35791/agrsosek.13.2A.2017.16607.
Sari, V., Miftahuddin, Sobir. (2017). Keragaman genetik bawang merah (Allium cepa L.) berdasarkan marka morfologi dan ISSR. Jurnal Agronomi Indonesia, 45(2), 175-181. https://doi.org/10.24831/jai.v45i2.11665n.
Simatupang, S. (2019). Kajian jumlah populasi dan varietas terhadap produksi dan keuntungan usahatani bawang merah di Sumatra Utara. Jurnal Hortikultura. 29(2): 219-230. https://doi.org/10.21082/jhort.v29n2.2019.p219-230.
Sutrisno. (2015). Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pengembangan budidaya bawang merah (Allium ascalonicum, sp) di Kabupaten Pati. Jurnal Litbang, 11(2), 93-102. https://doi.org/10.33658/jl.v11i2.65.
Tarjiyo, Elfis. (2023). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur, 3(20), 116-130. https://doi.org/10.32734/joa.v6i4.2827.
Wallace, J. M., & Hobbs, P. V. (2006). Atmospheric Science: An Introductory Survey (Vol. 92). Elsevier. Amsterdam.
Yoga, D., Mahfudz, & Maemunah. (2023). Meningkatkan hasil bawang merah varietas Lembah Palu (Allium wageki Araki.) dengan POC. Agrotekbis, 11(3):531 – 541. https://doi.org/10.22487/agrotekbis.v.
Zamzami, K., Nawawi, M., Aini, N. (2015). Pengaruh jumlah tanaman per polibag dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun Kyuri (Cucumis sativus L.). Jurnal Produksi Tanaman, 3(2), 113 – 119. https://protan. student journal .ub.ac.id/index.php/protan/article/view/178.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JURNAL AGRONIDA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Agronida agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a
- Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agronida.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Agronida.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work










