ANALISIS DAMPAK SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA

Authors

  • Mahatama Arya Universitas Andalas, Indonesia
  • Desna Aromatica Universitas Andalas, Indonesia
  • leni laelawati Universitas Djuanda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.3997/ajap.v7i1.18496

Keywords:

Stunting, Toddlers, Family Income, maternal education, parental employment

Abstract

Stunting can affect a child's development and growth in the long term. This research aims to study various factors, including social and economic, which play a role in the incidence of stunting in toddlers. Which will be reviewed specifically from the perspective of family income, maternal education, parental employment, and access to health services. This research's secondary data comes from the National Health Survey, which includes data on health and socio-economics in Indonesia. Analysis was carried out using logistic regression to determine whether there was a correlation between socio-economics and cases of stunting in toddlers. The research results reveal that socio-economic conditions such as family income, maternal education, and access to health facilities influence cases of toddler stunting. For this reason, it is important for socio-economic based interventions to reduce the stunting rate in Indonesia. Policies that support increasing the income of poor families such as providing direct cash assistance and improving the quality of employment opportunities, access to affordable health services with a focus on routine check-ups and immunizations in low-income areas, and maternal education need to be improved through education about nutrition and good child care through posyandu , health centers, and social media. Apart from that, community empowerment to increase local food security can be a solution in providing nutritious food. Collaboration between the government, private sector and NGOs is very important to create policies that support comprehensive stunting prevention.

References

Asri, S. M. P., M. Z. Rahfiludin, dan Martini. 2018. Hubungan Karakteristik Keluarga Kurang Mampu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Semarang. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 6(3): 187-194.-

Black, R.E et al., 2013. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890): 427-451.-

Dalimunthe, S. M. 2015. Gambaran Faktor-Faktor Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2010. Jakarta: UIN Syarif.-

Ernawati, A. 2020. Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati. Dalam Jurnal Litbang, 16(2): 77-94

Fedriansyah, D., B.A. Paramashanti, dan Y. Paratmanitya. 2020. Faktor Sosial Ekonomi dan Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan. Media Gizi Pangan, 27(1): 22-29.

Fikawati, S., A. Syafiq., dan K. Karima. 2018. Gizi Ibu dan Bayi. Raja Grafindo Persada. Depok.

Kawulusan, M., R.G.M. Walalangi., J. Sineke, dan R.C. Mokodompit. 2019. Pola Asuh dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bohabak. Jurnal Gizido, 11(2): 80-95.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lestari, I. (2021). Pengaruh Pemantauan Gizi di Posyandu terhadap Penurunan Angka Stunting. Jurnal Gizi Indonesia, 17(4): 123-130.

Nurlina, N., Harahap, H., & Yuliani, Y. (2022). Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan dan Dampaknya terhadap Kejadian Stunting di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kesehatan dan Gizi, 20(1), 33-40.

Paramashanti, B. A., Hadi, H., & Gunawan, I. M. A. 2016. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di Indonesia. Journal of Nutrition.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Ramadhani, A., Kurniawan, D., & Wati, S. (2024). Efektivitas Penyuluhan Gizi terhadap Penurunan Stunting pada Balita di Jawa Barat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Anak, 6(2): 85-91.

Rahayu, A., F. Yulidasari., A.O. Putri., dan L. Anggraini.2018. Study Guide- Stunting dan Upaya Pencegahannya. Penerbit CV Mine. Yogyakarta.

Rahmawati, N. F., N.A. Fajar, dan H. Idris. 2020. Faktor Sosial, Ekonomi, dan Pemanfaatan Posyandu dengan Kejadian Stunting Balita Keluarga Miskin Penerima PKH di Palembang. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(1): 23-33.

Septikasari, M. 2018. Status Gizi Anak dan Faktor yang Mempengaruhi. UNY Press. Yogyakarta.

Sirajuddin. 2018. Ekonomi Pangan dan Gizi. Makassar: Politeknik Kesehatan.

Soekanto. 2007. Sosiologi Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Suryani, M., Puspita, F., & Rizal, H. (2023). Hubungan Imunisasi Lengkap dan Pemantauan Pertumbuhan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2): 45-52.

Tobing, M. L., Pane, M., Harianja, E., Badar, S. H., Supriyatna, N., Mulyono, S., Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, & Tnpk. 2021. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1): 238–244.

Trihono., Atmarita., D.H. Tjandrarini., A. Irawati., N.H. Utami., T. Tejayanti, dan I. Nurlinawati. 2015. Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Lembaga Penerbit Badan Litbangkes.

United Nations International Children’s Emergency Fund. (UNICEF) 2020. Situasi Anak di Indonesia. UNICEF Indonesia. Jakarta.

United Nations International Children’s Emergency Fund. (UNICEF) 2020. Situasi Anak di Indonesia. UNICEF Indonesia. Jakarta.

Downloads

Published

2025-04-14

How to Cite

Arya, M., Aromatica, D., & laelawati, leni. (2025). ANALISIS DAMPAK SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA. Administratie: Jurnal Administrasi Publik, 7(1), 19–23. https://doi.org/10.3997/ajap.v7i1.18496

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.