A Risk Analysis of Sugarcane Farming (Case Study in Subang, West Java)

Authors

  • Muhammad Irfani Abdullah Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Sri Lestari Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Yusmi Nur Wakhidati Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Irene Kartika Eka Wijayanti Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Altri Mulyani Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30997/jagi.v12i1.24075

Keywords:

Sugar, risk management, risk, sugar cane, farming.

Abstract

Sugarce farming in Indonesia has been facing the problems of lack of raw material and low processing yield.  Sugarcane farming carried out by farmers has been facing several risks.  This research aims to analyze risk management by sugar cane farmers.  The risk management process is carried out in a sequence : 1) risk identification, 2) risk assessment, 3) identification of risk mitigation.  Risk identification stage has found 13 risks that is devided into 3 groups : 1) nature related risks, 2) production resource related risks, 3) economic factor related risks.  Based on risk assessment there are five high grade risks, seven medium grade risks and one low grade risks.  It is noted that there are 20 risk mitigations carried out by farmers.  Boktor and burned cane have highest risk scores.  Drought is one of some risks that has high score.  Sugar mill company as farmers’ partner can be involved in risk mitigation by adding pond capacity and the number of pumps and irrigation pipes.

References

Alfredo, N., Sriyani, N. & Sembodo, D. R. J., (2012). Efikasi Herbisida Pratumbuh Metil Metsulfuron Tunggal dan Kombinasinya dengan 2,4 D amine, Ametrin Atau Diuron Terhadap Gulma pada Pertanaman Tebu (Saccharum officinarum) Lahan Kering. Jurnal Agrotropika, XVII(01), 29-34.

Anon. (2023) .InternationalTradeCenter.[Online]Availableat:trademap.org[Accessed20122025.

Arrasyid, A. R. (2021). Pengaruh biaya produksi dan harga jual terhadap pendapatan petani. EKSYDA: Jurnal Studi Ekonomi Syariah, 2(1), 86-103.

Baroroh, S. Q. & Fauziyah, E. (2021). Manajemen Risiko Usahatani Jeruk Nipis di Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, V(02), pp. 494-509.

Choudary, V. & Arce, C., (2016). Agricultural Sector Risk Assessment : Methodological Guidance for Practitioners. 1st ed. Washington: The World Bank.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2022). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2020 - 2022. s.l.:s.n.

Evizal, R. (2018). Pengelolaan Perkebunan Tebu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ghozali, M. R. & Wibowo, R. (2019). Analisis Risiko Usahatani Bawang Merah di Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, III(02), 294-310.

Jankelova, N., Masar, D. & Moricova, S., (2017). Risk Factors in The Agriculture Sector. Agriculture Economics - Czech, 63, 247-258.

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2023). Peraturan Presiden Nomor 40. s.l.:s.n.

Kristini, A., Adi, H. C., Kardianasari, A., Rifai, F. D., & Jati, W. W. (2022). Pengendalian penyakit luka api pada tanaman tebu dengan fungisida flutriafol. Indonesian Sugar Research Journal, 2(2), 86-94.

Lestari, K. K., Sumarji, S., & Daroini, A. (2020). Strategi manajemen risiko petani tebu di Kabupaten Tuban. Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis, 19(1), 31-39.

Maharani, I. M., Hanani, N., & Syafrial, S. (2023). Bagaimana Petani dalam Pengelolaan Risiko? Persepsi dan Perilaku Petani Tebu di Jawa Timur. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 16(1), 25.

Mastur, M. (2016). Respon fisiologis tanaman tebu terhadap kekeringan. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri, 8(2), 98-111.

MASTUR, M., SYAFARUDDIN, S., & Syakir, M. (2015). Peran dan pengelolaan hara nitrogen pada tanaman tebu untuk peningkatan produktivitas tebu. Perspektif: Review Penelitian Tanaman Industri, 14(2), 73-86.

Muliasari, A. A., & Trilaksono, R. (2020). Insidensi hama dan penyakit utama tebu (Saccharum officinarum L) di PT PG Rajawali II Jatitujuh Majalengka. Jurnal Sains Terapan, 10(1), 40-52.

Murti, D. A., Sriyani, N., & Utomo, S. D. (2015). Efikasi Herbisida parakuat diklorida terhadap gulma umum pada tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.). Jurnal Agrotek Tropika, 3(3).

Supriatna, A. H., Haneda, N. F. & Wahyudi, I., (2017). Sebaran Populasi, Persentase Serangan dan Tingkat Kerusakan Akibat Hama Boktor pada Tanaman Sengon : Pengaruh Umur, Diameter dan Tinggi Pohon. Jurnal Silvikultur Tropika, 8(02), 79-87.

Susilo, L. J. & Kaho, V. R., (2018). Manajemen Risiko : Panduan Untuk Risk Leaders dan Risk Practitioners. 1st ed. Jakarta: Grasindo.

Tarmadja, S., & Ngidha, S. A. (2018). Efikasi tiga jenis rodentisida antikoagulan terhadap hama tikus pada perkebunan kelapa sawit. AGROISTA: Jurnal Agroteknologi, 2(1).

Utami, D. U., Muningsih, R., & Ciptadi, G. (2021). Identifikasi tingkat serangan hama uret (Lepidiota stigma. F) pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L) di Kabupaten Sleman. Jurnal Pengelolaan Perkebunan (JPP), 2(1), 22-29.

Vera, D. Y. S., Turmudi, E., & Suprijono, E. (2020). Pengaruh jarak tanam dan frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan, hasil kacang tanah dan populasi gulma. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 22(1), 16-22.

Wahyuni, S., & Sinuraya, J. F. (2009). Industri dan perdagangan gula di Indonesia: pembelajaran dari kebijakan zaman penjajahan–sekarang. In Forum Penelitian Agro Ekonomi (Vol. 27, No. 2, pp. 133-149).

Wardati, I., Rahmawati, R., Arifiana, N. B., Irawan, T. B., & Salim, A. (2024). Pemberdayaan Agens Hayati Metarhizium sp. sebagai Pengendali Hama Uret Tebu di Desa Rogotrunan Lumajang. Agrimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian, 3(1), 1-10.

Widyastuti, Y., Prabowo, R. N., Wibowo, B. P., Kartina, N., Rumanti, I. A., Agustiani, N., & Mulsanti, I. W. (2022). PRODUKSI BENIH PADI HIBRIDA: KEMAJUAN, TANTANGAN, DAN PELUANG PENGEMBANGAN DI INDONESIA. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol, 41(1), 12-20.

Yunitasari, D., Hakim, D. B., Juanda, B., & Nurmalina, R. (2015). Menuju swasembada gula nasional: model kebijakan untuk meningkatkan produksi gula dan pendapatan petani tebu di Jawa Timur. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 6(1), 1-15.

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Irfani Abdullah, M., Lestari, S., Wakhidati, Y. N., Wijayanti, I. K. E., & Mulyani, A. (2026). A Risk Analysis of Sugarcane Farming (Case Study in Subang, West Java). JURNAL AGRIBISAINS, 12(1), 46–66. https://doi.org/10.30997/jagi.v12i1.24075

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.