Survey on The Level of Farmers Understanding Regarding Anthraxnose Disease on Cayaly Plants
DOI:
https://doi.org/10.30997/jagi.v10i2.14394Keywords:
Colletotrichum sp., pathogen, cayenne pepper, understandingAbstract
Anthracnose is an important disease in cayenne pepper plants that can cause yield loss. The aim of this research is to determine the presence of anthracnose disease in cayenne peppers in Kopidil Village, and also the level of farmers' understanding of the existence of this disease. The research was conducted in April-July 2023 in Kopidil Village with a sample size of 30 respondents. Data was collected using direct interview techniques with farmers with questionnaires. The data obtained was analyzed quantitatively descriptively using descriptive statistics such as percentages and averages. The research results show that 70% of farmers fall into the category of high to very high understanding, and 35.85% of farmers are very aware of the existence of anthracnose disease in cayenne pepper plants in Kopidil Village.
References
Afrianto, D. (2015). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Petani Paprika di Desa Kumbo—Pasuruan Terkait Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Dari Bahaya Pestisida Tahun 2014. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah. Dikutip dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25507; Diakses Tanggal 16 Juli 2024.
Alfia, A. D., & Haryadi, N. T. (2022). Pengujian Konsentrasi Biofungisida Cair Berbahan Aktif Trichoderma sp. Dalam Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) Pada Cabai Di Lapang. Berkala Ilmiah Pertanian, 5(2), 58. https://doi.org/10.19184/bip.v5i2.28858
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2018). Statistik Indonesia 2018. @BPS Statistik Indonesia.
Bain, S. Y. L., Levis, L. R., & Bernadin, L. (2018). Tingkat Adaptasi Petani Terhadap Agribisnis Jagung Di Desa Pukdale Dan Desa Nusa. Buletin Execellentia, 7(2), 107–117.
BPS Kabupaten Alor. (2022). Kabupaten Alor Dalam Angka. @BPS Kabupaten Alor. https://alorkab.bps.go.id/publication/2022/02/25/5a68734ba55530855c266027/kabupaten-alor-dalam-angka-2022.html
BPS Kabupaten Alor. (2023). Kecamatan Kabola dalam Angka 2023. @BPS Kabupaten Alor. https://alorkab.bps.go.id/id/publication/2023/09/26/1a09c52b2dc5e77fae5691ce/kecamatan-kabola-dalam-angka-2023.html
Edwina, S., & Maharani, E. (2010). Presepsi petani terhadap teknologi pengolahan pakan di kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 2(1).
Gusti, I. M., Gayatri, S., & Prasetyo, A. S. (2021). Pengaruh Umur, Tingkat Pendidikan dan Lama Bertani terhadap Pengetahuan Petani Mengenai Manfaat dan Cara Penggunaan Kartu Tani di Kecamatan Parakan. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 19(2), 209–221. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v19i2.926
Habibi, I., & Wijayanto, K. (2019). Efektivitas Pengendalian Penyakit Antraknosa Secara Organik Terhadap Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) (Kajian dalam polibag). http://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/HijauCendekia, 4, 60–69.
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive dan Snowball Sampling. HISTORIS : Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Martoredjo, T. (2013). Ilmu Penyakit Pascapanen. PT Bumi Aksara.
Molebila, D. Y. (2022). Pemahaman Masyarakat Tentang Pemanfaatan Dan Fungsi Pekarangan Mendukung Diversifikasi Pangan Di Desa Lendola-Kabupaten Alor. Jurnal Agribisains, 8(2), 76–81. https://doi.org/10.30997/jagi.v8i2.5652
Molebila, D. Y., Rosmana, A., & Tresnaputra, U. S. (2020). Trichoderma asal akar kopi dari Alor: Karakterisasi morfologi dan keefektifannya menghambat Colletotrichum Penyebab Penyakit Antraknosa secara in Vitro. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 16(2), 61–68. https://doi.org/10.14692/jfi.16.2.61-68
Nurjasmi, R., & Suryani, S. (2020). Uji Antagonis Actinomycetes terhadap Patogen Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa pada Buah Cabai Rawit. Jurnal Ilmiah Respati, 11(1), 1–12. https://doi.org/10.52643/jir.v11i1.843
Prasetya, N. R., & Putro, S. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Umur Petani dengan Penurunan Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan di Desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Edu Geography, 7(1), 47–56.
Putro, A. B., & Widodo, A. (2020). Analisis Tingkat Pemahaman Peraturan Permainan Futsal Para Pelatih Futsal Di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Kesehatan Olahraga, 08(03), 139–146.
Sakinah, M. I., Suzianti, I. V., & Latiffah, Z. (2014). Phenotypic and molecular characterization of Colletotrichum species associated with anthracnose of banana (Musa spp) in Malaysia. Genetics and Molecular Research, 13(2), 3627–3637. https://doi.org/10.4238/2014.May.9.5
Salim, M. A. (2012). Pengaruh Antraknosa (Colletotrichum Capsici Dan Colletotrichum Acutatum ) Terhadap Respons Ketahanan Delapan Belas Genotipe Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L). Jurnal ISTEK, 6(1–2), 182–187.
Satu Data Perdagangan. (2023). Perkembangan Harga Barang Pokok. https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/harga-komoditas/harga-barang-pokok
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV. Alfabeta : Bandung.
Sulviyani, N. (2019). Pengenalan Penyakit Antraknosa Pada Cabai Dan Cara Pengendaliannya. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/84152/Pengenalan-Penyakit-Antraknosa-Pada-Cabai-Dan-Cara-Pengendaliannya/
Suminar, S., Mariana, M., & Salamiah, S. (2022). Uji Lapang Campuran Filtrat Kunyit, Jahe dan Lengkuas untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai Rawit Varietas Hiyung. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 5(3), 534–543.
Suparto, H., Gazali, A., Hikmah, R. N., & Kulu, I. P. (2023). Uji Efektivitas Pestisida Nabati Daun Mengkudu Terhadap Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai. Jurnal Penelitian UPR, 3(1), 24–30.
Wartono, Susilowati, D. N., Sukamto, & Kosasih, J. (2023). Colletotrichum spp. Penyebab Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum) Di Ciapus, Bogor, Jawa Barat. AL-KAUNIYAH: Jurnal Biologi, 16(2.1), 81–90.
Wulandari, I., Abdoellah, O. S., Sunardi, S., Husodo, T., & Suparman, Y. (2021). Pemahaman Petani terhadap Sistem Agroforestry di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 9(2), 296–306. https://doi.org/10.29313/ethos.v9i2.7671
Yurisinthae, E. (2021). Tingkat Pemahaman Petani Padi Terhadap Pengelolaan Tata Air Pada Usahatani Di Lahan Gambut Kecamatan Kubu. Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan, 6(1), 31–44.
Zulviyani, N. (2019). Pengenalan Penyakit Antraknosa Pada Cabai Dan Cara Pengendaliannya. Dikutip dari http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/84152 . Diakses pada tanggal 2 Maret 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal AgribiSains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal AgribiSains agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal AgribiSains.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal AgribiSains.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




